Siap-Siap! Krisis Mata Uang Tak Hanya Terjadi di Turki

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Jum'at 26 November 2021 02:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 320 2507486 siap-siap-krisis-mata-uang-tak-hanya-terjadi-di-turki-kxecnq5N0i.jpeg Suku Bunga AS Beri Dampak Pada Mata Uang Turki. (foto; Okezone.com/shutterstock)

JAKARTA – Turki bukan satu-satunya negara yang menghadapi krisis mata uang karena terdampak kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS).Depresiasi mata uang Turki, Lira akibat kenaikan suku bunga AS kemungkinan dapat menyebar ke negara lain.

“Dengan suku bunga yang lebih tinggi di AS, semua negara lain yang memiliki utang dalam dolar akan terpukul,” kata Pendiri Perusahaan Investasi Mobius Capital Partners Mark Mobius, dilansir CNBC, Kamis (25/11/2021).

Baca Juga: Kacau! Lira Turki Ambruk ke Level Terendah Usai Presiden Erdogan Usir 10 Dubes

Di tengah inflasi dan nilai Lira yang jatuh hingga ke titik terendah, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memotong suku bunga bank sentralnya.

Meski Mobius tidak menyebutkan secara rinci negara yang rentan akan krisis mata uang. Dia mengungkapkan sejak krisis keuangan Asia 1997, banyak negara berkembang lebih banyak meminjam dengan mata uang lokal.

Baca Juga: Joe Biden Kembali Tunjuk Jerome Powell sebagai Bos The Fed

Kemudian Mobius mengatakan bahwa tingginya suku bunga tidak selalu berdampak penurunan yang besar.

“Perusahaan dengan pendapatan yang kuat dan margin yang baik masih dapat berjalan dengan baik di tengah kenaikan suku bunga,” jelas Mobius.

Mobius mengatakan dari melemahnya mata uang, Turki dapat melakukan ekspor yang lebih baik.

“Perusahaan yang kami miliki di Turki memperoleh pendapatan dalam dolar, dalam euro. Dan dengan lira Turki yang lebih rendah dan lebih lemah, mereka melakukan lebih baik karena biayanya jauh lebih rendah,” jelasnya.

Mark Mobius menambahkan di tengah krisis mata uang tersebut, India dan Taiwan menjadi pilihan pasar menurutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini