IHSG Anjlok, Rupiah Melemah ke Rp14.357/USD

Anggie Ariesta, Jurnalis · Jum'at 26 November 2021 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 278 2507953 ihsg-anjlok-rupiah-melemah-ke-rp14-357-usd-4SiowX0v6L.jpg Rupiah Melemah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Mengikuti gerak IHSG, Rupiah juga melemah sangat dalam.

Tercatat, Rupiah melemah 70 poin atau 0,49% ke level Rp14.357 per USD.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS menguat hari ini namun melemah terhadap mata uang lainnya dengan level tertinggi di 96,67.

"Tetapi kerugian diminimalkan karena meningkatnya kekhawatiran tentang varian COVID-19 yang baru ditemukan mengurangi selera risiko investor," ujar Ibrahim dalam risetnya, Jumat (26/11/2021).

Di Eropa, meningkatnya jumlah kasus Covid-19 mendorong Jerman untuk mempertimbangkan mengikuti jejak tetangganya Austria dan memberlakukan kembali penguncian.

Sementara itu, nada yang semakin hawkish dari Federal Reserve AS telah meningkatkan taruhan kenaikan suku bunga pada pertengahan 2022, sementara rekan-rekan di Eropa dan Jepang tetap pada sikap yang lebih dovish.

Kemudian Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda menegaskan kembali komitmennya untuk stimulus moneter besar-besaran pekan lalu, sementara risalah dari pertemuan Oktober Bank Sentral Eropa, yang dirilis pada hari Kamis, mengisyaratkan stimulus lanjutan dan pendekatan yang hati-hati terhadap setiap perubahan kebijakan.

Dari dalam negeri, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2021 berpotensi tumbuh di atas 5 persen setelah pada Kuartal Ketiga 2021 mengalami sedikit penurunan akibat merebaknya Covid-19 Varian Delta.

Sedangkan keseluruhan tahun 2021 diperkirakan pertumbuhan ekonomi di kisaran di 3,5 persen hingga 4 persen, walaupun pemeringkat rating internasional memprediksi hanya 3,1 persen. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh tanda-tanda pemulihan ekonomi nasional yang semakin nyata yakni salah satunya tercermin dari terjaganya tingkat inflasi di angka 1,7 persen dan nilai tukar yang hanya sedikit mengalami depresiasi.

Selain itu, pemulihan ekonomi nasional juga terlihat dari PMI Manufaktur Indonesia yang pada Oktober berada di level 57,2 yakni merupakan rekor dari sejak pre-crisis dengan impor bahan baku dan barang modal yang turut menunjukkan pertumbuhan yang kokoh.

Secara bersamaan Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan agar Pemerintah dan DPR memperbaiki UU Cipta Kerja dalam jangka waktu 2 tahun ke depan. Lalu bagaimana dengan sistem pengupahan (UMP) yang saat ini menjadi salah satu turunan UU Cipta Kerja klaster Ketenagakerjaan?

Dalam perdagangan sore ini, Rupiah ditutup melemah, namun untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.340 - Rp14.390.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini