Menteri Basuki Minta Jangan Salah Proyek Bangun Penyediaan Air

Athika Rahma, Jurnalis · Jum'at 26 November 2021 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 470 2507996 menteri-basuki-minta-jangan-salah-proyek-bangun-penyediaan-air-DCKArGqXlw.jpg Menteri PUPR Basuki (Foto: Kementerian PUPR)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta kepada pegawainya untuk fokus dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di wilayah yang sulit air.

“Saya minta program Pamsimas diutamakan di daerah-daerah yang tidak ada air lalu kita carikan air, bukan kita bikin proyek di daerah yang sudah banyak air. Kepada para pengelola dan kepala daerah tolong bisa memperbanyak program Pamsimas di daerah yang langka air,” ujar Basuki di Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Menurut dia, Pamsimas telah berkontribusi memberi akses air minum dan sanitasi kepada lebih dari 40 juta masyarakat di Indonesia. Program ini melibatkan masyarakat secara aktif mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan dan pengelolaan.

Baca Juga: Bos Evergrande Rogoh Rp14,2 Triliun untuk Bayar Utang

"Program Pamsimas telah berhasil memberikan kontribusi capaian akses air minum kepada 23,57 juta jiwa dan sanitasi kepada 16,44 juta jiwa yang tersebar di 33 provinsi, 408 kabupaten/kota, dan lebih dari 35.000 desa. Capaian ini melebihi target yang telah ditetapkan pada awal program Pamsimas," jelas Basuki.

Dengan capaian yang besar tersebut, lanjut Basuki, maka terdapat juga tanggung jawab besar untuk menjaga keberlangsungannya.

Baca Juga: Harga Rumah Naik Terbatas, Penjualan Lesu di Kuartal III

Basuki menekankan, pembangunan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di perdesaan harus berfokus pada Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi, dan Rehabilitasi (OPOR) demi memastikan keberlanjutannya.

Peran dan fungsi Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) serta para kepala daerah sangat penting dalam pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) terbangun dan menjaga keberlanjutannya melalui pelatihan, pendampingan dan pembinaan, khususnya dalam hal mengelola pembukuan, keuangan, operasional, dan pemeliharaan SPAMS.

Program Pamsimas juga meningkatkan kepedulian Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa untuk sektor air minum dan sanitasi serta meningkatkan jumlah kabupaten yang mereplikasi Program Pamsimas dengan dana APBD.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini