Harga Emas Berjangka Naik Tipis Imbas Munculnya Varian Baru Covid-19

Antara, Jurnalis · Sabtu 27 November 2021 08:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 320 2508198 harga-emas-berjangka-naik-tipis-imbas-munculnya-varian-baru-covid-19-TA984IEEev.jpg Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Harga emas berjangka naik tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas kembali di atas level USD1.800 dipicu oleh serbuan ke aset-aset safe-haven karena kekhawatiran atas varian virus corona baru mengguncang sentimen risiko.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak USD1,2 atau 0,07%, menjadi ditutup pada USD1,785,50 per ounce.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp1.000, Dipatok Rp930.000/Gram Hari Ini

Pihak berwenang secara global bereaksi dengan waspada terhadap varian virus baru, dengan Uni Eropa dan Inggris di antara mereka yang memperketat kontrol perbatasan ketika para peneliti berusaha untuk mengetahui apakah mutasi itu resisten terhadap vaksin, memicu aksi jual di seluruh pasar yang merembes ke dalam minyak dan logam mulia lainnya.

Tetapi, setelah reli karena daya tarik safe-haven emas, perubahan bearish keseluruhan pada komoditas akhirnya menghampiri emas juga, kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, menambahkan reaksi pasar mungkin berlebihan.

Baca Juga: Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp929.000/Gram

Mendukung emas dan bahkan akhirnya membatasi penurunan adalah kemunduran tajam dalam dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih rendah. Ketiga indeks saham utama AS yang turun tajam, juga mendukung emas.

"Harga emas akan tetap didukung di lingkungan ini dan topik tapering (Fed) akan mengambil kursi belakang untuk saat ini," kata Alexander Zumpfe, dealer logam mulia di Heraeus.

Emas berjangka masih menuju minggu terburuk sejak pertengahan Juni, jatuh 3,6% minggu ini, tertekan oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve AS dapat mempercepat kenaikan suku bunga, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak berbunga.

Organisasi Kesehatan Dunia mengadakan pertemuan darurat pada Jumat (26/11/2021), menyatakan B.1.1.529, juga disebut varian Omicron, varian yang menjadi perhatian. Varian baru pertama kali muncul di Afrika Selatan dan telah terdeteksi di Botswana dan di antara para pelancong di Hong Kong dan Israel.

Logam mulia lainnya, tampaknya telah terlepas dari pergerakan emas, dengan perak untuk pengiriman Desember turun 38,9 sen atau 1,66%, menjadi ditutup pada USD23,107 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD21 atau 2,15% menjadi ditutup pada USD954,3 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini