Minyak Goreng Curah Dilarang Dijual Mulai 2022, Pedagang Setuju?

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Sabtu 27 November 2021 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 320 2508380 minyak-goreng-curah-dilarang-dijual-mulai-2022-pedagang-setuju-i8D7jgUB0u.jpg Penjualan minyak goreng curah dilarang mulai Januari 2022 (Foto: Antara)

JAKARTA - Pemerintah akan melarang penjualan minyak goreng curah dari pasar mulai Januari 2022. Artinya hanya minyak yang memiliki merk atau minyak goreng kemasan yang boleh dijual di pasaran.

Beberapa pedagang minyak curah yang ditemui MNC Portal di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, menyebut lebih senang menjual minyak kemasan ketimbang minyak curah karena praktis.

Salah satu pedagang minyak curah bernama Ganjar mengatakan narasi minyak goreng curah akan dicabut dari pasar sebetulnya sudah ada sejak lama, namun pada kenyataannya sampai saat ini pun masih ada.

Baca Juga: Dilarang Dijual 1 Januari 2022, Harga Minyak Goreng Kemasan Bisa Lebih Murah dari Curah?

Ganjar mengaku tidak masalah kalau pun minyak goreng curah nantinya ditiadakan di pasar. Karena yang terpenting adalah ketersediaan minyak goreng kemasan bisa memenuhi kebutuhan pasar.

"Kalau minyak curah tidak ada itu tidak apa-apa, tapi minyak-minyak kemasan itu harus ready, yang penting harga minyak standar aja," ujar Ganjar kepada MNC Portal, Sabtu (27/11/2021).

Menurutnya, saat ini harga minyak goreng baik yang curah maupun yang kemasan sama-sama memiliki harga yang relatif tinggi yang berakibat pada permintaan yang menurun.

Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan Minyak Goreng Curah Dilarang Dijual Mulai 1 Januari 2022

"Sekarang melonjak naik harganya, sekarang saja jual sekitar Rp20 ribu/Kg, dulu itu Rp14 sampai Rp16 ribu, (sekarang) aslinya permintaan malah berkurang, waktu mulai naik, datang minyak kemasan yang murah akhirnya pada nyerbu yang murah," lanjut Ganjar.

Ganjar menyebut kenaikan harga tersebut terjadi secara bertahap yang dimulai sejak tahun lalu dan tidak kunjung mengalami penurunan hingga saat ini. "Itu sudah agak lama sih, cuma naiknya bertahap, sejak tahun kemarin sampai tahun ini, harganya tidak pernah turun," tutur Ganjar.

Penjual lain bernama Yono justru menyambut baik jika minyak goreng curah akan dihilangkan dari pasar pada Januari mendatang. "Ya bagus ya, karena minyak kemasan itu kan lebih higenis, lebih bagus, minyak curah lagi naik terus, satu kilo Rp20 ribu," sambung Yono.

"Saya berharap sih kembali normal, saya lebih suka menjual minyak kemasan, karena lebih praktis," harap Yono.

Kenaikan minyak goreng saat ini direspon oleh salah satu pedagang minyak goreng curah bernama Hajiahgilah yang sudah berjualan minyak goreng lebih dari 30 tahun.

Bisa dikatakan olehnya kalau harga minyak goreng kali ini menjadi yang termahal sejak dirinya berjualan di Pasar Kramat Jati.

"Sekarang memang minyak sedang mahal, minyak curah ya mahal, minyak curah ya mahal, sama aja, masyarakat sama saja tetap beli, karena perlu, mau direbus terus ya ora gelem (tidak mau)" sambung Hajiahgilah.

Dirinya berharap harga minyak goreng bisa kembali normal supaya konsumsi masyarakat terhadap minyak goreng juga bisa kembali normal. "Harapannya mudah-mudahan harganya turun, kasian masyarakat, kalau mahal kan belinya sedikit, tapi kalau murah kan belinya jadi mendingan," tambahnya.

Harga minyak goreng yang tinggi belakangan sama dengan harga minyak goreng kemasan membuat salah satu penjual gorengan bernama Yadi semakin terbiasa menggunakan minyak goreng kemasan.

"Ya paling kalau curah tidak ada ya pakai yang kemasan, sekarang harga Minyak mahal dan keuntungan menipis, sekarang 2 literan 200 lebih" kata Yadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini