Erick Thohir Sebut Direksi BUMN Stres, Ada Apa Nih Pak?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 28 November 2021 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 28 320 2508578 erick-thohir-sebut-direksi-bumn-stres-ada-apa-nih-pak-m8jd5voptL.jpg Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, saat ini direksi BUMN tengah stres. Hal ini disampaikan Erick Thohir dalam gelaran Penanaman Pohon BUMN Serentak pada hari ini.

"Karena sudah waktunya di era efisiensi ini dan kita ini juga, pasti direksi juga sekarang lagi stres sama saya, karena dituntut dividen. Karena itu, dividen juga harus efisien," ujar Erick , Minggu (28/11/2021).

Baca Juga: Pengakuan Erick Thohir Tutup 70 BUMN

Memang saat ini, BUMN dituntut melakukan efisien dan transformasi bisnis. Direksi BUMN dituntut melakukan banyak hal, baik memulihkan bisnis perusahaan di saat dan pasca pandemi Covid-19, melakukan transformasi model bisnis, termasuk pembaharuan corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan, hingga dividen, pajak, dan PNBP.

Sementara itu, Erick Thohir meminta manajemen BUMN tidak hanya berpikir monoton soal Covid-19. Justru, yang dipikirkan adalah menghadapi dinamika pasca pandemi. Inisiatif strategis BUMN pasca pandemi menjadi salah satu penentu Indonesia akan menjadi market bagi produsen global atau justru menjadi produsen untuk negara-negara di dunia.

Implementasi transformasi BUMN, kata dia, tidak semata-mata dilihat dari peleburan, restrukturisasi, hingga pembentukan klaster berdasarkan bisnis inti perusahaan. Namun, dilihat dari kontribusi BUMN terhadap perekonomian bangsa.

Erick meminta manajemen terus meningkatkan bisnis perusahaan agar secara maksimal guna mendukung pendapatan negara, meski di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, paling tidak perseroan mampu meningkatkan kontribusinya dibandingkan tahun-tahun lalu.

Soal CSR BUMN, pemegang saham akan memastikan bantuan sosial itu berdampak besar bagi lingkungan, pendidikan, dan ekonomi. Hal itu sejalan dengan tiga fokus utama CSR yakni, pendidikan, lingkungan, dan UMKM.

"CSR juga harus efisien, harus menjadi gelombang besar, bukan percikan-percikan kecil. Gelombang besar, sehingga apa? Lingkungan hidup kita bisa jauh lebih baik, pendidikan masa depan generasi muda kita di kalah sekarang ada disrupsi daripada digitalisasi yang juga mengganti banyak lapangan kerja karena ada robotik, kita harus pastikan generasi muda kita, siap akan perubahan ini, dan tentu, UMKM yang merupakan tulang punggung daripada ekonomi," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini