Rupiah Melemah ke Rp14.352/USD, Investor Cermati Varian Omicron

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Senin 29 November 2021 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 320 2508881 rupiah-melemah-ke-rp14-352-usd-investor-cermati-varian-omicron-knUf7gyZS6.jpg Nilai tukar Rupiah melemah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah dibuka melemah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini. Selain Rupiah, beberapa mata uang juga melemah karena munculnya varian baru covid-19 yakni omicron.

Pantauan di pasar spot Investing.com hingga pukul 09:22 WIB Senin(29/11/2021), mata uang Garuda turun 52,5 poin atau 0,37% di harga Rp14.352 per USD.

Baca Juga: IHSG Anjlok, Rupiah Melemah ke Rp14.357/USD

Selain Rupiah, sejumlah mata uang negara Asia bergerak variatif terhadap USD, ketika indeks Dolar AS menguat 0,18% di level USD96,26. Yen Jepang terpukul sebesar 0,30% di 113,65, Ringgit Malaysia anjlok -0,06% di 4,2395, dan Peso Filipina naik 0,15% di 50,39.

Won Korea Selatan unggul 0,03% di 1.194,11, Dolar Singapura menguat 0,08% di 1,3695, dan Dolar Taiwan menanjak 0,05% di 27.838. Dolar Hong Kong turun statis 0,00% di 7,7983, Yuan China naik 0,11% di 6,3854, sementara Baht Thailand menguat 0,09% di 33,730.

Baca Juga: Rupiah Melemah 41 Poin ke Level Rp14.328/USD

Pasar mata uang bergerak lebih tenang pada hari Senin pagi di kawasan Asia setelah sempat dikagetkan dengan penemuan varian virus corona Omicron yang membuat investor bergegas melindungi aset berisikonya pada hari Minggu lalu (28/11).

Sejumlah analis memperingatkan investor untuk lebih waspada terkait potensi volatilitas pasar mengingat masih sedikit informasi mengenai jenis baru virus tersebut.

"Sampai saat itu, volatilitas pasar kemungkinan akan tetap tinggi," Analis FX di National Australia Bank Rodrigo Catril dalam catatannya, dilansir Reuters, Senin (29/11/2021).

Terlepas dari kecepatan penyebarannya, Omicron dikabarkan telah terdeteksi di sejumlah negera termasuk Australia, Inggris, Kanada, Jerman, dan Hong Kong.

BioNTech mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka mungkin akan mendapat informasi tentang varian baru itu dalam waktu dua minggu ke depan, apabila vaksin yang dikembangkannya dengan Pfizer perlu dikerjakan ulang.

"Kami memperkirakan mata uang akan bergejolak minggu ini," kata Analis Commonwealth Bank of Australia, Joseph Capurso.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini