8 Modus Pengemis Gadungan di Masyarakat, Nomor 6 Tak Disangka-sangka

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Senin 29 November 2021 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 320 2509006 8-modus-pengemis-gadungan-di-masyarakat-nomor-6-tak-disangka-sangka-MvtLGBp2mh.jpeg Modus-modus pengemis (Foto: Okezone)

JAKARTA - 8 modus pengemis gadungan di masyarakat perlu diwaspadai. Di keadaan yang sulit ini, berbagai cara dihalalkan untuk mendapatkan pundi-pundi cuan. Agar modus ini tak dimanfaatkan oleh lebih banyak oknum yang tidak bertanggung jawab, masyarakat perlu lebih cermat.

Oknum-oknum tersebut menggunakan berbagai cara untuk menarik rasa iba orang lain, seperti berpura-pura sakit. Namun, ada modus-modus lain yang sama maraknya digunakan. Simak rangkumannya di bawah ini, Senin (29/11/2021).

Baca Juga: Dukungan Mensos untuk MUI Sulsel yang Keluarkan Fatwa Haram Memberi Uang ke Pengemis

1. Membawa anak kecil

Modus penipuan ini telah banyak digunakan bahkan menjadi objek penelitian di beberapa institusi. Modus ini banyak dikecam karena dinilai mengeksploitasi anak di bawah umur.

2. Berpura-pura buta

Modus selanjutnya yang sering digunakan pengemis gadungan adalah pura-pura buta. Dalam menjalankan modus ini, biasanya satu orang berperan sebagai orang buta dan satu orang lagi mendampinginya.

Baca Juga: Heboh! Menteri Risma Kejar Pengemis Mengaku Kaki Buntung

3. Berpura-pura hamil

Mengemis dalam kondisi hamil dapat memicu perasaan iba seseorang. Oleh karena itu, tak heran modus ini digunakan oleh para pengemis gadungan.

4. Membuat bekas luka palsu

Selain iba, penggunaan modus ini juga dapat memicu perasaan tidak nyaman pada orang yang dihampirinya. Untuk mendapatkan efek bekas luka yang nyata, mereka membuatnya dengan terasi yang dicampur dengan obat merah agar ada lalat hinggap. Tak jarang pengguna modus ini mendapatkan uang yang cukup besar.

5. Berpura-pura cacat fisik

Cacat fisik yang dimaksud adalah berpura-pura buntung pada tangan atau kaki. Kenyataannya, fisik pengemis gadungan tersebut lengkap. Mereka melakukannya dengan menekuk tangan atau kaki ke dalam pakaian mereka yang longgar.

6. Membawa lansia yang sakit

Modus lain yang memicu keibaan masyarakat adalah membawa lansia saat mengemis. Para lansia tersebut didandani seolah-olah tengah mengalami sakit keras agar masyarakat merasa prihatin dan terdorong untung memberikan uangnya.

7. Manusia gerobak musiman

Manusia gerobak yang asli biasanya berkeliling untuk mengumpulkan kardus atau botol plastik bekas. Jika manusia gerobak tersebut hanya berdiam di pinggir jalan, dapat dipastikan mereka adalah manusia gerobak gadungan.

8. Berpura-pura kehilangan dompet

Modus ini banyak digunakan oleh pengemis gadungan berusia lanjut. Mereka menceritakan seolah mereka datang dari kampung halaman yang jauh untuk mencari anaknya di kota. Namun, dia berkata kehilangan dompetnya di tengah perjalanan. Biasanya masyarakat yang tertipu akan memberikan sejumlah uang karena rasa ibanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini