Jelang Nataru, Sri Mulyani: Kasus Covid-19 Terkendali Modal Jalankan Kegiatan Ekonomi

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 29 November 2021 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 320 2509098 jelang-nataru-sri-mulyani-kasus-covid-19-terkendali-modal-jalankan-kegiatan-ekonomi-r9a1o14Bfu.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan terus memfokuskan penanganan Covid-19 ini baik melalui langkah-langkah selama ini, ataupun dari sisi anggarannya.

Apalagi kata dia dengan adanya mutasi dari varian baru Omicron (B.1.1.5.2.9) yang perlu diwaspadai.

"Kasus Covid-19 di Indonesia terkendali dan ini menjadi salah satu modal untuk bisa menjalankan kegiatan ekonomi namun tetap dengan disiplin kesehatan dan kewaspadaan, terutama menjelang Nataru," ujarnya konferensi pers virtual di Jakarta., Senin (29/11/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Angkat 6 Isu Keuangan dalam Presidensi G20 trahun 2022

Dia menuturkan, aktivitas produksi dan konsumsi masyarakat yang telah meningkat akan terus menjadi bekal untuk masuk ke tahun 2022 yang lebih kuat lagi dari sisi pemulihan ekonomi. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), sebut Sri, sudah mulai pulih dan bahkan mendekati sebelum terjadi COVID-19.

"Purchasing Managers' Index (PMI) kita juga mengalami kenaikan dengan adanya kemampuan mengelola varian Delta, demikian juga dengan pertumbuhan indikator lain yang cukup kuat seperti ekspor, impor, dan konsumsi listrik," tambah Sri.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik BLT dan Bansos Cair di 2022, Ini Daftarnya 

Dia mengatakan, di sisi lain, pihaknya harus tetap menjaga terutama stabilitas di pasar keuangan yang saat ini sangat kondusif. Hal ini terlihat dari spread antara yield SBN Indonesia dengan yield US Treasury yang makin menurun, yang mengabarkan confidence terhadap SBN yang cukup kuat.

"Demikian juga partisipasi dari pembelian domestik SBN, didukung oleh perbankan maupun lembaga-lembaga keuangan non-bank. Indeks harga saham meningkat dan kurs yang cukup stabil memberikan confidence terhadap sisi keuangan," ucap Sri.

Dia menjelaskan, Indonesia terus menggunakan APBN sebagai instrumen counter cyclical secara terukur, terlihat dari pemulihan ekonomi yang cukup kuat dibandingkan peer group di ASEAN dan G20.

"Dan dari sisi defisit APBN kita, yang relatif kecil dan level tingkat utang publik terhadap GDP yang relatif rendah dibandingkan peer group baik di G20 maupun ASEAN 6," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini