Share

Hulu Migas Masuk Investasi yang Diperhitungkan di 2022

Antara, Jurnalis · Senin 29 November 2021 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 320 2509130 hulu-migas-masuk-investasi-yang-diperhitungkan-di-2022-keahsQRnbP.jpg Hulu Migas (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah akan memperhitungkan penanaman modal dari subsektor hulu minyak dan gas bumi untuk masuk ke dalam bagian investasi yang akan dilayani di Kementerian Investasi mulai tahun depan.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya telah melakukan pembicaraan terkait rencana itu dan menyusun formulasi regulasi dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

"Tahun 2020-2021 hulu migas belum masuk bagian daripada investasi yang kami perhitungkan. Insya Allah tahun 2022 hulu migas akan masuk di dalam bagian dari investasi yang akan dilayani di Kementerian Investasi," ujarnya dikutip Antara, Senin (29/11/2021).

Bahlil Lahadalia mengatakan Undang-Undang Cipta Kerja mendorong proses perizinan satu pintu baik dari hulu maupun hilir.

Baca Juga: Menteri ESDM Janji Tak Akan Tinggalkan Industri Hulu Migas

Menurutnya, meski Majelis Konstitusi (MK) menyatakan Undang-Undang Cipta Kerja inkonstitusional, namun substansinya tidak ada yang diubah termasuk peraturan presiden.

"Saya pikir tidak perlu ada keraguan bagi pelaku usaha," kata Menteri Bahlil Lahadalia.

Kementerian Investasi mencatat target investasi hulu minyak dan gas tahun ini kurang lebih 12 miliar dolar AS. Angka realisasi investasi sudah hampir 9 miliar dolar AS dan target akhir tahun kurang lebih bisa mencapai sekitar 11 miliar dolar AS.

Baca Juga: Masih Banyak 'Harta Karun', RI Siapkan 34 Lapangan Migas demi 1 Juta Barel di 2030

Pemerintah akan proaktif mendesain kebijakan dan regulasi untuk bisa memicu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ataupun perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan pengeboran sumur migas untuk lebih condong ke Indonesia.

"Formulasi ini yang sekarang kami lagi bangun termasuk di dalamnya insentif. Kami targetkan ke depan investasi hulu migas itu sekitar 15-16 miliar dolar AS," ujar Bahlil Lahadalia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan tidak akan meninggalkan industri hulu minyak dan gas bumi di tengah tren dunia yang terus mengembangkan energi terbarukan.

Menurutnya, industri hulu migas memberikan efek berganda yang telah dirasakan sampai ke sektor-sektor pendukung baik dari sisi persentase maupun nilai, misalnya pada tahun 2020 penggunaan kapasitas nasional sebesar 57 persen dengan nilai pengadaan sekitar 2,54 miliar dolar AS.

"Industri hulu migas, tidak akan serta merta ditinggalkan karena industri ini juga menjadi salah satu pilar ekonomi Indonesia," kata Menteri Arifin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini