Share

Erick Thohir Tak Mau Bisnis BRI dan Mandiri Ada di Kolam yang Sama

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 29 November 2021 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 320 2509135 erick-thohir-tak-mau-bisnis-bri-dan-mandiri-ada-di-kolam-yang-sama-WLp1z4GH1V.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sejumlah tugas untuk Forum Hubungan Masyarakat (Humas) perusahaan pelat merah yang baru saja terbentuk. Ada sejumlah tugas yang akan dijalankan, salah satunya mengawasi pemberitaan negatif ihwal eksistensi BUMN di mata publik.

Dia menilai, tugas yang dijalankan forum Humas BUMN bukanlah strategi politik praktis. Namun, penyatuan visi untuk merealisasikan program transformasi perseroan.

Baca Juga: Erick Thohir Pemimpin Otentik yang Lanjutkan Transformasi di BUMN

"Karena itu, sejak awal ketika saya sangat konsen dengan Forum Human Capital, dan sekaran ini forum Humas, saya ingin individu yang ada di dalam punya visi dan sehati dengan kita, ini bukan politik. Ini kita menjaga daripada keseimbangan berbagai pihak. Dan kadang-kadang kita harus mengintervensi jika tidak ada keseimbangan," ujar Erick, Senin (29/11/2021).

Adapun tugas lain yang diemban Forum Humas BUMN, memetakan cara pandang publik terhadap kinerja BUMN, di mana, adanya pemikiran positif dan negatif.

Baca Juga: Muncul Varian Omicron, Erick Thohir Minta BUMN Lakukan Hal Ini

"Persepsi (publik) juga harus dipetakan, mana kira-kira pertanyaan publik dengan transformasi yang Bapak, Ibu lakukan bersama saya pasti ada yang tidak suka dengan perubahan ini. Pasti tidak nyaman, nah saya minta forum Humas memetakan mana pikiran negatif dari publik yang memang harus kita komunikasikan secara transparan di sini semua tidak ada konflik kepentingan," kata dia.

Lalu, memetakan perusahaan yang fokus pada bisnis dan pelayanan publik. Proses ini akan didiskusikan bersama pemegang saham.

"Saya ingin menunggu peta yang kita sepakati berdasarkan transformasi BUMN bahwa mana yang sangat korporasi, mana yang sangat pelayanan publik, mana yang kedua-duanya terjadi," katanya.

Kemudian, melakukan brand positioning masing-masing perusahaan. Erick menilai langkah ini penting dilakukan untuk menghindari bentrokan kepentingan bisnis perusahaan di dalam ceruk pasar yang sama.

"Setelah peta, saya turunkan lagi masing-masing brand positioning daripada masing-masing perusahaan. Karena saya juga tidak mau yang namanya BRI, yang namanya Mandiri di kolam yang sama. Kan kita sudah bikin, begitu juga BNI, begitu juga dengan perusahaan BUMN lainnya, pasti ada brand positioning," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini