Menko Luhut Minta Bangga Buatan Indonesia Masuk Kurikulum Pendidikan, Ini Alasannya

Antara, Jurnalis · Senin 29 November 2021 19:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 320 2509264 menko-luhut-minta-bangga-buatan-indonesia-masuk-kurikulum-pendidikan-ini-alasannya-bYzImkz6UP.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar karakter Bangga Buatan Indonesia (BBI) bisa masuk dalam kurikulum pendidikan.

Dia menilai karakter Bangga Buatan Indonesia bisa jadi pondasi untuk mencetak generasi yang peduli dengan produk dalam negeri, siap berwirausaha dan berkompetisi.

"Kepada Mas Menteri Nadiem (Mendikbud Ristek), agar dapat mengawal hal ini dan memasukkannya dalam kurikulum pendidikan," katanya dikutip Antara di Jakarta, Senin (29/11/2021).

Luhut melihat ada kolaborasi erat antara dunia pendidikan dengan dunia industri melalui kampanye Gernas BBI.

Baca Juga: Soal Varian Covid-19 Omicron, Menko Luhut: Tidak Perlu Panik

Ia juga menyebut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) sebagai penggagas acara dengan program Merdeka Belajar, telah menjadi solusi kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan industri.

"Apresiasi kami sampaikan kepada Mendikbud Ristek, beserta jajaran selaku campaign manager, Pemda Maluku, Garuda Indonesia, e-commerce, media, UMKM/IKM/Artisan lokal serta siswa/siswi SMK di Maluku, serta kepada Bapak Gubernur Bank Indonesia dan kantor perwakilan Maluku atas dukungannya untuk Gernas BBI hari ini," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Luhut juga berharap agar karya pendidikan vokasi dapat dimanfaatkan oleh industri dalam negeri, termasuk kementerian/lembaga/pemerintah daerah, seperti misalnya, mesin Computer Numerical Control (CNC) karya siswa/siswi SMK di Surakarta yang sudah berstandar industri dan tersedia di pasaran.

Baca Juga: Menko Luhut: Muncul Kekhawatiran Varian Omicron Kurangi Efektivitas Vaksin Covid-19

"Saya berpesan kepada Kementerian Perhubungan untuk memanfaatkan dan membeli produk CNC tersebut. Kalau bukan kita, siapa lagi. Kita semua harus terus membeli produk-produk dalam negeri, seperti langkah Kemendikbud Ristek membeli laptop buatan dalam negeri sebesar lebih dari Rp1,3 triliun. Dan ini saya kira merupakan langkah yang strategis harus diikuti semua K/L," jelasnya.

Sebagai contoh, matching fund Kedaireka Dikti telah berhasil dimanfaatkan oleh salah satu perguruan tinggi di Jambi bekerjasama dengan pemda setempat, telah berhasil mengembangkan program kewirausahaan di SMA Negeri 5 Jambi.

"Ini menjadi model kolaborasi yang baik untuk diaplikasikan di daerah lainnya," katanya.

Luhut pun mengajak agar semua pihak bangga membeli produk buatan Indonesia.

Selain Menko Luhut, hadir pula di acara Gubernur BI Perry Warjiyo, Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, Menkop UKM Teten Masduki, juga Menparekraf Sandiaga Uno.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini