Anies Baswedan Kirim Surat ke Menaker soal UMP 2022, Kemnaker Bilang Begini

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 30 November 2021 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 320 2509509 anies-baswedan-kirim-surat-ke-menaker-soal-ump-2022-kemnaker-bilang-begini-2st2AscBIe.png Surat Anies Baswedan soal UMP untuk Kemnaker. (Foto: Okezone.com/Youtube)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengakui sudah menerima surat dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penghitungan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.

Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan Dita Indah Sari mengatakan, surat tersebut sudah diterima Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziayah.

Baca Juga: Kepala Bappenas: Tak Mungkin UMP Cuma Naik 1%

"Baru saja kami terima suratnya," kata Dita saat dihubungi MNC di Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Terkait isi surat yang sudah beredar di media massa, menurut Dita, kurang pas jika Gubernur Anies Baswedan meminta Kementerian Ketenagakerjaan melakukan peninjauan aturan penghitungan upah.

"Terkait isi surat yang sudah beredar di media massa, kurang pas jika pak gubernur meminta Kemnaker meninjau ulang aturan penghitungan upah minimum di DKI.," katanya.

Baca Juga: Gaji UMP Cukup Sebulan dan Investasi, Caranya?

Menurutnya, aturan itu adalah turunan dari peraturan pemerintah nomer 36/2021 tentang Pengupahan. Dengan, landasaran aturan itu Kementerian Ketenagakerjaan tidak bisa mengubahnya

"Kemnaker tidak punya kewenangan mengubah PP, atau mengecualikan PP untuk tidak dijalankan di wilayah tertentu. Itu salah alamat," tandasnya

Saat ini, surat yang beredar berisi permintaan Anies agar Menaker dapat meninjau ulang formula penetapan UMP untuk tahun 2022. Hal itu disampaikan melalui Surat nomor 533/-085.15 dengan perihal Usulan Peninjauan Kembali Formula Penetapan UMP yang diteken pada 22 November 2021 lalu.

Formula penetapan UMP 2022 sendiri diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36/2021 tentang Pengupahan. Berdasarkan formula tersebut, kenaikan UMP di DKI Jakarta tahun 2022 hanya naik sebesar Rp39,749 (0,85%) menjadi Rp4.453.935 per bulan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini