Momentum Pemulihan Ekonomi Jadi Kunci Capai Target Investasi Rp1.200 Triliun

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Selasa 30 November 2021 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 320 2509622 momentum-pemulihan-ekonomi-jadi-kunci-capai-target-investasi-rp1-200-triliun-4i9G2q2eEw.jpg Target investasi 2022 dipatok Rp1.200 triliun (Foto: Okezone)

JAKARTA – Realisasi investasi pada 2022 ditagetkan sebesar Rp1.200 triliun untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, target realisasi investasi pada tahun 2022 sebagaimana RPJMN 2020-2024 sebesar Rp968,4 triliun. Namun, Presiden Jokowi memberikan arahan khusus agar investasi bisa digenjot dengan target Rp1.200 triliun

Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi/ BKPM Indra Darmawan mengatakan, pemulihan ekonomi menjadi modal awal untuk mencapai target investasi sebesar Rp1.200 triliun di tahun depan. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat serta adanya kenaikan permintaan maka ekonomi akan bergerak.

Baca Juga: Investasi Mulai Bangkit, BKPM Akui 2020 Tahun yang Berat

"Modal awalnya adalah pulihnya ekonomi itu sendiri. Kita lihat sekarang Jakarta sudah sangat macet, daerah-daerah lain juga seperti itu. Ekonomi sudah mulai bergerak," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (30/11/2021).

Menurut dia, modal lainnya untuk mencapai target investasi tersebut adalah komitmen dari pelaku usaha yang saat ini sudah dalam tahap konstruksi yang akan berkontribusi terhadap kenaikan realisasi investasi. Selain itu ada juga perusahaan yang sudah di tahap produksi dan akan segera masuk ke tahap komersial.

Baca Juga: Promosikan Rendang, Dubes RI untuk Bulgaria Sukses Tarik Investasi USD3 Juta

"Itu juga akan menambah realisasi investasi. Ini yang akan kami kawal. Ada juga modal awal lainnya, yaitu perusahaan yang menerima insentif pajak berupa tax allowance maupun tax holiday. Itu kita tagih untuk merealisasikan investasinya," jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga sudah mempunyai Satgas Percepatan Investasi yang dipimpin Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia untuk meningkatkan realisasi investasi dan kemudahan berusaha.

"Jadi itu modal awal. Ditambah lagi sekarang ada komitmen baru dari Uni Emirat Arab (UEA) sebesar Rp633 triliun," jelas Indra.

Dia melanjutkan, pada pertemuan KTT COP26 di Glasgow juga ada sektor-sektor yang berpotensi menambah realisasi investasi di Indonesia seperti energi hijau. "Jadi itu semua adalah modal awal kita bahwa realisasi investasi di tahun depan bisa tercapai," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini