Rupiah Lemas Terserang Virus Omicron

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 30 November 2021 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 320 2509712 rupiah-lemas-terserang-virus-omicron-kyc4sXlRvz.jpg Kurs Rupiah ditutup melemah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan sore ini, Selasa (30/11/2021). Rupiah ditutup melemah 14 poin ke level Rp14.332 per USD.

Pengamat Rupiah Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar melemah hari ini karena pelaku pasar tetap berhati-hati tentang dampak varian omicron COVID-19 pada pemulihan ekonomi global.

"Omicron telah mendorong beberapa negara untuk menutup perbatasan mereka dan membayangi pemulihan ekonomi," ujar Ibrahim dalam risetnya, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp14.352/USD, Investor Cermati Varian Omicron

Selain itu Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan risiko "sangat tinggi" dari lonjakan infeksi dari omicron, dengan beberapa negara sudah memperketat kontrol perbatasan. Namun, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa AS tidak akan memberlakukan kembali penguncian, yang memberi sentimen investor sedikit dorongan.

Di seberang Atlantik, Bank Sentral Eropa berusaha meredakan kekhawatiran investor atas omicron pada hari Senin, dengan mengatakan bahwa ekonomi zona euro telah belajar untuk mengatasi gelombang berturut-turut COVID-19.

Baca Juga: IHSG Anjlok, Rupiah Melemah ke Rp14.357/USD

Di Asia Pasifik, data yang dirilis pada hari sebelumnya menunjukkan bahwa indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur China berada di 50,1, sedangkan PMI non-manufaktur berada di 52,3, pada November. Di Jepang, data ketenagakerjaan Oktober menunjukkan bahwa rasio pekerjaan/aplikasi berada di 1,15 dan tingkat pengangguran turun menjadi 2,7%. Produksi industri juga tumbuh 1,1% bulan ke bulan.

Dari dalam negeri, pasca Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja Inkonstitusional dan diberikan waktu 2 tahun agar pemerintah melakukan revisi. Maka Pemerintah langsung merespons positif dan melakukan revisi-revisi/pembenahan-pembenahan dengan cara melakukan operasionalisasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pada seluruh sektor, baik di pusat maupun di daerah, yang mencakup antara lain, Operasional Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM dan Koperasi, Kemudahan Berusaha di Bidang Perpajakan, Pelaksanaan kegiatan Perizinan Berusaha dan OSS, serta Ketenagakerjaan.

Sedangkan untuk Modal LPI, Pemerintah telah memberikan PMN dalam bentuk tunai sebesar Rp30 triliun dan PMN dalam bentuk pengalihan Saham Negara sebesar Rp45 triliun. Pengaturan pelaksanaan LPI sebagai lembaga yang diberikan kewenangan khusus (sui generis) dalam rangka pengelolaan investasi diatur dalam PP yang telah ditetapkan sebelum adanya putusan MK. Dengan demikian operasionalisasi LPI tetap berjalan sesuai dengan putusan MK.

Terkait KEK, telah dibentuk 4 KEK baru yang telah berjalan dengan komitmen investasi lebih kurang Rp90 triliun dan saat ini telah terdapat berbagai komitmen investasi baru yang akan dapat memperluas lapangan kerja baru.

Pemerintah bersama DPR RI akan segera melakukan revisi UU Cipta Kerja dan UU Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, dalam rangka harmonisasi dalam pembentukan dan pelaksanaan UU Cipta Kerja ke depan pasca putusan MK. Selanjutnya Pemerintah akan menyampaikan Surat kepada Pimpinan DPR RI untuk memasukkan revisi UU ke dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2022 (Daftar Kumulatif Terbuka Akibat Putusan MK).

Meski melemah, untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.320 - Rp14.350.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini