Kejar Target Investasi Rp1.200 Triliun, BKPM Kawal Perencanaan Bisnis hingga Produksi

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Selasa 30 November 2021 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 320 2509720 kejar-target-investasi-rp1-200-triliun-bkpm-kawal-perencanaan-bisnis-hingga-produksi-KjMSxba3HK.jpg Target investasi 2022 dipatok Rp1.200 triliun (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah mematok target investasi pada tahun 2022 sebesar Rp1.200 triliun. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimis target investasi pada tahun 2022 sebesar Rp1.200 triliun bisa tercapai.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indra Darmawan mengatakan, saat ini beberapa perusahaan akan memasuki fase produksi dan fase komersial di mana akan meningkatkan realisasi investasi di tahun depan.

Baca Juga: Momentum Pemulihan Ekonomi Jadi Kunci Capai Target Investasi Rp1.200 Triliun

Selain itu, keringanan pajak yang diberikan pemerintah diharapkan mendorong realisasi investasi perusahaan. "Ada juga yang sudah menikmati keringanan pajak. Itu kami tagih untuk merealisasi di samping juga ada komitmen baru," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (30/11/2021).

Dia melanjutkan, pemerintah juga akan mengawal realisasi investasi dan berperan aktif dalam menyelesaikan hambatan pelaksanaan berusaha.

Baca Juga: Investasi Mulai Bangkit, BKPM Akui 2020 Tahun yang Berat

"Kami bungkus dalam sebuah paket yang akan kami kawal end to end dari mulai perencanaan, produksi, sampai komersial. Apabila ada masalah, kita terjun menangani mereka dan mengawal agar realisasi investasi dapat tercipta," ungkapnya.

Menurut dia, sebaran realisasi investasi di Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa sudah seimbang. Bahkan, investor mulai melirik luar Jawa untuk mengembangkan usahanya. "Sekarang terlihat bahwa proyek-proyek investasi di bidang infrastruktur sudah memetik hasilnya sehingga pemodal melihat luar Jawa sebagai kiprah untuk melakukan usahanya. Di samping itu, ekonomi digital sudah mulai lebih marak dipakai sehingga bisa meningkatkan produksinya," jelasnya.

Indra menambahkan, pemerintah juga akan mendorong tiga sektor usaha di tahun depan. "Ada tiga sektor yang akan kita dorong, yaitu hilirisasi sumber daya alam, ekonomi hijau, dan ekonomi digital. Itu 3 sektor seksi yang bisa kita dorong di tahun depan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini