Rambah Bisnis Batu Bara, Tambang IATA Mulai Produksi 2022

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 01 Desember 2021 18:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 278 2510417 rambah-bisnis-batu-bara-tambang-iata-mulai-produksi-2022-9ThggxyXHH.png IATA Akan Disuntik Aset Senilai USD181,9 Juta. (Foto: Okezone.com/IATA)

JAKARTA - PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) menandatangani kerjasama mengakuisisi PT MNC Energi dari PT MNC Investama Tbk (BHIT) sebagai pemegang saham mayoritas. Setelah transaksi, IATA akan menjadi entitas induk untuk seluruh perusahaan batu bara MNC Group.

President Director of PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) Henry Suparman mengatakan, dalam peningkatan produksi, untuk izin usaha pertambangan (IUP) 2 bisnis IATA akan memulai produksi di tahun 2022 mendatang.

Baca Juga: IATA Masuk Bisnis Batu Bara, Hary Tanoesoedibjo: Potensinya Bagus

“PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) dan PT Arthaco Prima Energi (APE) akan mulai memproduksi batubara pada 2022. Kita saat ini berusaha untuk meningkatkan produksinya minimal bisa double dari sekarang karena kita memiliki IUP yang produksinya mulai tahun 2022 nanti secara pararel dan iup iup lainnya akan diusahakan agar bisa tambang di tahun 2023 atau bahkan lebih cepat,” kata President Director of PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) Henry Suparman kepada MNC PORTAL, Rabu (1/12/2021).

Untuk mendapatkan momentum dari kenaikan harga batu bara, eksplorasi pertambangan lebih lanjut akan dilakukan untuk menemukan lebih banyak sumber daya dan cadangan batu bara baru.

Baca Juga: IATA Masuk Bisnis Batu Bara, Hary Tanoesoedibjo: Potensinya Bagus

“Sekarang kita punya konsesi di provinsi sumsel di banyuasin sekitar 130 km dari palembang dan itu terus kami fokuskan dan kembangkan tentunya bekerja sama dengan perusahaan perusahaan yang sudah kami gandeng,” tandasnya.

IUP yang dimiliki BCR antara lain PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) dan PT Putra Muba Coal (PMC), sudah dalam tahap produksi, dengan perkiraan produksi sebesar 2,5 juta metrik ton tahun ini.

Lima IUP lainnya, PT Energi Inti Bara Pratama (EIBP), PT Sriwijaya Energi Persada (SEP), PT Titan Prawira Sriwijaya (TPS), PT Primaraya Energi (PE), dan PT Putra Mandiri Coal (PUMCO) akan mulai beroperasi dalam satu atau dua tahun mendatang. Total luas area pertambangan untuk sembilan IUP tersebut adalah 74.004 Ha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini