Minyak Goreng Mahal, Pedagang Pecel Ayam: Please Pemerintah Bantu Turunkan Harga

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Rabu 01 Desember 2021 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 320 2510381 minyak-goreng-mahal-pedagang-pecel-ayam-please-pemerintah-bantu-turunkan-harga-iZ6Vj0Hlp1.jpg Harga Minyak Goreng Kian Mahal. (Foto: Okezone.com/Feby)

JAKARTA - Harga minyak goreng mendadak mahal. Fenomena ini membuat para netizen mengungkapkan perasaannya di media sosial, salah satunya pedagang pecel ayam atau ayam goreng lalapan.

Pedagang ayam goreng lalapan tersebut mengungkapkan kesedihannya menyikapi harga minyak goreng yang mahal melalui akun medsos TikTok. Dia mengaku ingin menangis hingga berteriak ketika harga minyak goreng naik terus.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Mahal hingga Rp19.299/Kg, Ini Dia Biang Keroknya

"Please... pemerintah.. bantu turunkan harga minyak," tulis pedagang ayam goreng lalapan dengan akun Linnna Yu***, seperti dikutip Rabu (1/12/2021).


Dia mengunggah video penggorengan dengan minyak yang tampak penuh berisikan 1 potong ayam. Sebagaimana diketahui, salah satu kunci sukses saat memasak ayam goreng adalah minyak harus membanjiri ayam hingga tenggelam. Sehingga dibutuhkan jumlah minyak goreng yang banyak.

Para Tiktokers pun mengomentari postingan itu dengan beragam pendapat.

"Semangat Terus Mbak," ujar pemilik akun Accou*** dengan membubuhkan emotikon jempol.

"Tetap semangat," dukung pemilik akun Sy**.

Baca Juga: Minyak Goreng Curah Dilarang Dijual Mulai 2022, Pedagang Setuju?

Tetapi ada juga yang menyarankan untuk mengganti menu jualan dengan ayam bakar atau ayam panggang. "Ayam gorengnya diganti ayam bakar atau panggang aja kali ya..." usul evaa** alawi**.

Harga minyak goreng curah dan kemasan mengalami kenaikan signifikan beberapa waktu belakangan. Angkanya diramal naik hingga kuartal I-2022. Menurut data PIHPS, Selasa (30/11/2021), harga minyak goreng curah mencapai Rp 17.700 per kg, minyak goreng kemasan bermerk I Rp19.299 per kg dan minyak goreng kemasan bermerk II Rp18.800 per kg.

Kenaikan harga ini ternyata disebabkan oleh beberapa faktor. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyebutkan, faktor pertama penyebab harga minyak goreng meroket ialah adanya penurunan pasokan bahan baku minyak goreng. "Terjadi penurunan produksi crude palm oil (CPO) dari Malaysia 8%. Kemungkinan produksi CPO di Indonesia akan turun dari target 49 juta ton mungkin hanya akan hasilkan 47 juta ton," ujar Oke dalam webinar INDEF, Rabu (24/11/2021) lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini