Peter Gontha Sebut Garuda Tak Setor Dividen ke CT Selama 10 Tahun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 01 Desember 2021 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 320 2510462 peter-gontha-sebut-garuda-tak-setor-dividen-ke-ct-selama-10-tahun-4oIidj3cfE.jpg Garuda Indonesia tak pernah bayar dividen ke Chairul Tanjung (Foto: Okezone)

JAKARTA – Garuda Indonesia tidak menyetorkan dividen kepada PT Trans Airways sejak 2012. Hal ini diungkapkan Mantan Komisaris Garuda Indonesia Peter F Gontha.

Emiten dengan kode saham GIAA tersebut tidak memberikan dividen karena perusahaan kerap membukukan kerugian. Peter mencatat, sejak dirinya mewakili Trans Airways selaku pemegang saham minoritas di struktur Dewan Komisaris Garuda Indonesia, pihaknya tidak pernah menerima dividen atas kinerja maskapai penerbangan pelat merah itu.

Baca Juga: Penjelasan Komut soal Kabar Pelita Air Ambil Alih Rute Garuda Indonesia

"Pernah gak dapet dividen? Belum (dapat), gak pernah ada pembagian dividen, ya selama saya di situ dari 2012 sampai sekarang gak pernah ada pembagian dividen," ujar Piter saat ditemui di kawasan gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Trans Airways merupakan perusahaan milik pengusaha Chairul Tanjung (CT) dan tercatat memiliki saham mencapai 28,2%, sementara saham negara sebesar 60,5%, dan sisanya milik publik sebesar 11,1%.

Baca Juga: Kasus Garuda Mirip Jiwasraya, Erick Thohir: Ada yang Dipenjara

Selain tak menerima dividen, Chairul Tanjung justru menerima kerugian sebesar Rp11,2 triliun. Kerugian tersebut sejalan dengan pembukuan utang Garuda yang menyentuh angka Rp139 triliun.

Di lain sisi, Peter mengaku, dirinya selalu memberikan laporan mengenai keadaan Darurat kepada CT. Hanya saja, CT tidak pernah memberikan komentar.

"Iya pasti dong (melaporkan). Pak CT cuma menyerahkan kepada saya, dia tidak pernah menanyakan, dia tidak pernah memberikan komentar. Selama saya masih di dalam jalur yang benar Pak CT ya diam saja," katanya.

Peter mengatakan, CT mengetahui permasalahan di internal Garuda. Namun, tidak bisa melakukan apa-apa karena yang menentukan arah perusahaan adalah pemegang saham mayoritas atau Kementerian BUMN.

Peter juga mengaku memberikan masukan kepada direksi Garuda Indonesia ihwal penyelesaian permasalahan keuangannya. Namun, tidak tidak pernah didengarkan.

"Jadi sebetulnya kalau saya boleh berterus terang, suara saya tidak didengar. Meskipun kita adalah pemegang saham yang masuk uang cash langsung (USD 350 juta) sendiri dan kalah dengan yang tidak keluar uang, yang mewakili sebetulnya," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini