Share

Laba Bersih Waskita Beton Terjun Bebas 75%

Kamis 02 Desember 2021 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 278 2510776 laba-bersih-waskita-beton-terjun-bebas-75-0iTeEhCGXN.jpg Pendapatan dan Laba Waskita Beton Anjlok. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp743,9 miliar hingga September tahun ini. Pendapatan tersebut turun 48% dari capaian yang sama tahun lalu Rp1,43 triliun.

Anak usaha dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) ini menyebutkan, kontributor utama pendapatan perseroan berasal dari oleh sektor usaha pracetak yang menyumbang sebesar Rp374 miliar, diikuti pendapatan dari readymix dan quarry sebesar Rp277 miliar, serta sektor konstruski yang berkontribusi sebesar Rp92,3 miliar.

Baca Juga: Waskita Beton (WSBP) Ekspor Tiang Pancang ke Myanmar

Meredupnya performa perseroan selama sembilan bulan pertama tahun ini niscaya berimbas pada perolehan laba bersih. Penurunan pendapatan tersebut berimbas terhadap anjloknya laba bersih perseroan hingga 75% dari Rp1,14 triliun menjadi Rp279 miliar. Sedangkan aset perseroan kini senilai Rp10,06 triliun dan liabilitas yang tidak dapat dialokasikan sejumlah Rp9,18 triliun.

Baca Juga: Waskita Beton Garap Proyek Landmark Baru Kota Jakarta

Waskita Beton Precast sebelumnya dikabarkan bakal melepas tiga pabrik beton dengan total nilai Rp709 miliar melalui penawaran umum. Demikian dikutip dari Harian Neraca, Kamis (2/12/2021).

Ketiga pabrik itu adalah Plant Klaten senilai Rp176,5 miliar, Plant Cibitung senilai Rp115 miliar, dan Plant Karawang senilai Rp417,5 miliar. Dana yang diperoleh dari hasil penjualan pabrik akan perseroan gunakan untuk restrukturisasi.

Direktur Utama Waskita Beton Moch Holis Prihanto mengatakan, divestasi pabrik merupakan program transformasi bisnis perseroan untuk menunjang likuiditas perusahaan sekaligus menghemat modal kerja dan optimalisasi aset.

"Dana hasil divestasi akan digunakan untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur dalam rangka restrukturisasi," jelasnya.

Hingga kini, kondisi ketiga pabrik masih terus beroperasi dan penjualan tersebut mencakup penjualan tanah dan bangunan pabrik beton pracetak, bangunan pendukung, mesin dan peralatan produksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini