Bereskan Utang Garuda Indonesia, Peter Gontha Sarankan ke Jalur Hukum

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 02 Desember 2021 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 320 2510727 bereskan-utang-garuda-indonesia-peter-gontha-sarankan-ke-jalur-hukum-0yu3ofcBZz.jpg Saran Peter Gontha soal Masalah Keuangan Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Feby)

JAKARTA - Masalah keuangan Garuda Indonesia dinilai bisa diselesaikan melalui investigasi forensik. Proses tersebut dilakukan menyusul adanya dugaan penyuapan yang dilakukan manajemen dan lessor sebelumnya.

Menurut Mantan komisaris Garuda Indonesia, Peter F Gontha, jalur hukum juga memberikan kepastian atas perkara fundamental keuangan emiten dengan kode saham GIAA itu. Termasuk, memastikan aktor di balik dugaan penyuapan pengadaan pesawat.

Baca Juga: Peter Gontha Sebut Garuda Tak Setor Dividen ke CT Selama 10 Tahun

"Jalan keluar untuk menurut saya adalah satu-satunya jalan keluar hukum, jalan keluar yang kaitannya dengan investasi forensik. Karena kalau kita tidak melakukan investigasi forensik, kita hanya menebak-nebak saja apa yang sebetulnya terjadi atau dilakukan oleh PT Garuda Indonesia," ujar Peter saat ditemui di kawasan DPR RI, dikutip Kamis (2/11/2021).

Peter mengaku tidak menuduh siapapun. Namun, keinginannya bahwa investigasi forensik perlu dilakukan karena persoalan keuangan Garuda tercatat pelik.

"Saya tidak bisa datang ke sini untuk menuduh. Patut diduga bahwa terjadi sesuatu karena ini sangat pelik jadi ini adalah salah satu hal lagi," tuturnya.

Baca Juga: Penjelasan Komut soal Kabar Pelita Air Ambil Alih Rute Garuda Indonesia

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, permasalahan yang dihadapi Garuda Indonesia sama dengan perkara PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dimana, kedua BUMN itu terjadi tindak pidana korupsi yang menyebabkan perusahaan menanggung beban keuangan.

Dalam kasus Garuda Indonesia, kata Erick, ada korupsi yang dilakukan manajemen sebelumnya. Pelaku atau oknumnya kini sudah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain permasalahan yang sama, pemegang saham pun menempuh jalan serupa untuk menyelamatkan bisnis keduanya. Proses yang ditempuh adalah melalui negosiasi dan restrukturisasi.

Erick menyebut, restrukturisasi Garuda merupakan proses penyelamatan yang paling menyedihkan. Pasalnya, pemegang saham harus berhadapan dengan banyak kreditur, lessor, dan vendor dengan dinamika yang berbeda-beda. Meski begitu, Garuda harus melewati proses tersebut jika ingin tetap terbang.

"Konteksnya ada tiga, pertama Garuda harus melewati restrukturisasi yang sangat menyedihkan, itu harus. Kalau tidak sampai kapan pun Garuda tak akan take off. Restrukturisasi ini seperti tadi, di Jiwasraya, harus restrukturisasi, kalau tidak berat gitu lho," Erick Thohir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini