Melek Teknologi, Pelaku Usaha Jamu Gendong Bakal Punya Orang Tua Angkat

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Kamis 02 Desember 2021 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 455 2510784 melek-teknologi-pelaku-usaha-jamu-gendong-bakal-punya-orang-tua-angkat-zHelnknDL6.jpg Pelaku Usaha Jamu Gendong (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pelaku usaha jamu gendong akan dibina dan mempunyai orang tua angkat dalam hal ini industri jamu. Pelaku usaha jamu gendong perlu diperhatikan agar tetap eksis.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K. Lukito dalam acara Sarasehan Jamu Nusantara di Yogyakarta, Kamis (2/12/2021).

"Kami berinisiasi dengan membentuk orang tua angkat. Jadi pelaku usaha industri jamu bisa menjadi orang tua angkat para pelaku usaha jamu gendong. Apakah itu memberikan training atau memberikan peralatan teknologi. Itu nanti akan dibantu oleh orang tua angkat," katanya.

Baca Juga: Ingin Buka Warung Jamu Tradisional, Ini Hitungan Modalnya

BPOM menginisiasi melalui program orang tua angkat melalui industri jamu untuk mendampingi para pelaku usaha jamu gendong agar dapat menghasilkan jamu yang berstandar BPOM.

"Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk-produk natural bernilai tambah dan bermanfaat untuk masyarakat Indonesia. Pelaku usaha jamu gendong akan diberikan pendampingan oleh Badan POM agar bisa menghasilkan produk-produk jamu yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Penny menjelaskan, banyak sekali wilayah di Indonesia yang memiliki potensi untuk mengembangkan jamu tradisional. Guna menggenjot produksi jamu berstandar tinggi dan meningkatkan nilai tambah, BPOM berkomitmen untuk memberikan pendampingan serta fasilitas hingga memberikan izin edar.

"Untuk meningkatkan nilai tambahnya, badan POM akan berperan untuk membantu dengan memberikan berbagai pendampingan fasilitas hingga akhirnya bisa memberikan izin edar. Memastikan bahwa produk yang diolah itu memenuhi aspek higienis, kemudian komposisinya juga benar sehingga betul-betul memiliki mutu yang berkualitas," jelas Penny.

Melalui Sarasehan Jamu Nusantara yang diselenggarakan oleh BPOM RI kali ini, besar harapan akan terciptanya sinergi antara kebijakan pengembangan jamu berbasis kearifan lokal daerah-daerah di Indonesia dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga memberikan nilai tambah serta mendorong terciptanya obat herbal berstandar fitofarmaka.

"Jadi esensi dari pertemuan kita ini adalah bersama-sama menggali hal-hal yang perlu kita kembangkan untuk ditindaklanjuti lebih jauh lagi. Sehingga kita bisa mengembangkan kearifan lokal jamu kita untuk dikembangkan kembali ke beberapa tahap," tutur Penny.

"Seperti tahap pertama ada jamunya, ada data yang cukup yang empiris, kemudian dengan penelitian dan uji pra klinik dan bisa melangkah menjadi produk obat herbal berstandar yang tentu aspeknya memiliki kualitas yang tinggi sehingga bisa menjadi produk fitofarmaka," sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini