Share

Saham Mitratel Tertekan, Erick Thohir Pede Segera Membaik

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 03 Desember 2021 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 278 2511295 saham-mitratel-tertekan-erick-thohir-pede-segera-membaik-o08HhFL14z.jpg Menteri BUMN Erick Thohir optimistis saham mitratel akan pulih (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Harga saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel masih tertekan sejak melakukan initial public offering (IPO). Pada perdagangan hari ini saham Mitratel terpantau turun Rp5 ke level Rp780.

Kendati demikian, Menteri BUMN Erick Thohir mengaku optimis bila harga saham anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, itu akan membaik ke depan.

Baca Juga: Kantongi Dana IPO Rp18,7 Triliun, Dirut Mitratel Buka-bukaan soal Transformasi Digital

"Kalau kita lihat di 2021, ini ada Mitratel yang sudah terjadi (IPO) dan memang hari ini masih mendapat tekanan, tapi kita konfiden akan terus melakukan perbaikan," ujar Erick, dikutip Jumat (3/11/2021).

Untuk memacu bisnis emiten pelat merah itu, Kementerian BUMN memfasilitasi kerja sama antara Mitratel dan Kementerian Komunikasi dan Informasi agar menyediakan layanan provider di sejumlah daerah yang belum tersentuh internet.

Baca Juga: Saham Mitratel Turun 0,62% saat Perdagangan Perdana di BEI

"Mitratel sendiri dalam go publik, selain memperkuat keuangan, tetapi kita lihat kita terus memperkuat kerja sama dengan Kementerian Kominfo untuk menjangkau daerah-daerah yang belum mendapatkan wifi atau belum mendapatkan akses daripada digital," katanya.

Emiten dengan kode saham MTEL ini telah melepaskan saham ke publik sebanyak 23.493.524.800 atau setara saham publik lebih dari 28%. Anak usaha BUMN itu pun meraih dana publik sebesar Rp18,8 triliun.

Saat ini, Mitratel memiliki 28.030 menara yang tersebar di Pulau Jawa sebanyak 11.963 menara atau 43% dari portofolio dengan tenancy ratio 1,64x. Sementara itu, sebanyak 16.067 menara atau 57% berada di luar Pulau Jawa dengan tenancy ratio 1,39x.

"Kalau kita lihat dari impactnya untuk Telkomnya sendiri, Alhamdulillah. Dengan perubahan strategi daripada Telkom yang sekarang lebih kepada B2B, di mana Telkom lebih memperkuat infrastruktur seperti fiber optic, tower, data center, cloud, yang memang ke depan sangat diperlukan sebagai ketahanan kepada digital nasional," ungkap Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini