Tarik Ulur Kenaikan Tarif Listrik, 13 Golongan Ini Bakal Makin Mahal di 2022

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Jum'at 03 Desember 2021 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 320 2511302 tarik-ulur-kenaikan-tarif-listrik-13-golongan-ini-bakal-makin-mahal-di-2022-GsOtNIPFxs.jpg Tarif Listrik Bakal Naik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tarik ulur kenaikan tarif listrik. Pemerintah berencana menaikkan tarif listrik untuk 13 golongan yang merupakan pelanggan non subsidi pada 2022.

Jika menarik mundur dalam beberapa tahun terakhir, tarif listrik memang tidak naik. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, pemerintah justru memberikan stimulus listrik dengan menggratiskan tarif listrik hingga diskon tarif listrik.

Sementara itu, sebelum adanya rencana kenaikan tarif listrik, Presiden Jokowi sudah meminta agar tidak ada kenaikan tarif listrik dalam rencana transisi energi fosil ke batu bara.

 

Baca Juga: Transisi Energi, Jokowi Tak Ingin Tarif Listrik Naik Dibebankan ke Masyarakat: Ramai Nanti

Menurutnya, peralihan dari energi fosil ke EBT akan membutuhkan dana yang cukup besar. Sedangkan Indonesia sudah lama melakukan kontrak PLTU batu bara dengan jangka waktu yang panjang.

"Misalnya pendanaan datang, investasi datang, harganya tetap lebih mahal dari batu bara. Siapa yang membayar gapnya? Negara? Ga mungkin. Angkanya berapa ratus triliun," ujar dia dalam The 10th Indo EBTKE ConEx 2021, Senin (22/11/2021).

Jokowi menjelaskan, dengan adanya pergantian pembangkit dari energi fosil ke EBT maka biaya pokok penyediaan listrik juga akan naik. Hal ini juga tidak mungkin dibebankan kepada masyarakat.

"Dibebankan pada masyarakat? Tarif listrik naik? Juga tidak mungkin. Ramai nanti kalau terjadi seperti itu karena kenaikannya sangat tinggi sekali. Naik 10%-15% saja demonya 3 bulan. Ini bisa naik dua kali, ga mungkin," tuturnya.

Baca Juga: Hari Ini TDL Resmi Naik Lagi

Rencana kenaikan tarif listrik di 2022 melihat kondisi yang sudah kembali normal. Hal ini melihat dari konsumsi listrik yang pecah rekor.

Konsumsi listrik pada Oktober 2021 memecahkan rekor tertinggi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Tercatat, konsumsi listrik pada bulan Oktober 2021 mencapai 22 Terawatt-hour (TWh).

Berkaca pada hal tersebut, PT PLN (Persero) memperkirakan konsumsi listrik terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi seusai pandemi Covid-19.

"Angka konsumsi bulanan ini bahkan lebih tinggi sejak 2017. Sementara secara kumulatif, hingga Oktober angka konsumsi listrik secara kumulatif telah mencapai 210 TWh atau tumbuh 4,7 persen dibandingkan bulan Oktober 2020," ujar Executive Vice President Perencanaan Sistem Ketenagalistrikan PLN Edwin Nugraha Putra dalam keterangannya, Minggu (28/11/2021).

Sementara itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, akan ada penerapan tariff adjustment (tarif penyesuaian) bagi 13 golongan pelanggan listrik PLN. "Jadi kita sepakat dengan Banggar, kalau sekiranya Covid-19 ini membaik ke depan, mudah-mudahan, kompensasi tariff adjustment diberikan 6 bulan saja, selanjutnya disesuaikan," ujar Rida kemarin.

Lantas, siapa saja 13 golongan yang dimaksud? Berikut daftarnya per Oktober 2020, dikutip dari keterangan di laman Kementerian ESDM, Kamis (2/12/2021).

- Pelanggan rumah tangga

1. 1.300 VA

2. 2.200 VA

3. 3.500 VA - 5.500 VA

4. 6.600 VA ke atas

5. 900 VA-RTM

- Pelanggan bisnis

6. 6.600 VA - 2 kVA

7. 200 kVA ke atas

- Pelanggan industri

8. 200 kVA ke atas

9. 30.000 kVA ke atas

- Kantor pemerintahan

10. 6.600 VA - 200 kVA

11. 200 kVA ke atas

12. Penerangan jalan umum

13. Layanan khusus dengan tarif Rp 1.644,52 per kWh

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini