Dikelola Perusahaan India, Bandara Kualanamu Siap Saingi Changi Airport

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 03 Desember 2021 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 320 2511308 dikelola-perusahaan-india-bandara-kualanamu-siap-saingi-changi-airport-XdUa1TPz5X.jpg GMR Airport Kelola Bandara Kualanamu. (Foto: Okezone.com/Feby)

JAKARTA - Kementerian BUMN mengungkap alasan memilih perusahaan asal India, GMR Airport International sebagai mitra pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut). Salah satu alasannya, ingin menyaingi Changi Airport dan KLIA, Malaysia sebagai bandara hub regional.

Wakil Menteri II BUMN Kartiko Wirjoatmodjo menjelaskan, arus penumpang dari Asia Selatan menuju Asia Utara dan Australia sebagian besar melakukan transit di Changi Airport dan KLIA. Padahal, Kualanamu merupakan bandara yang kapasitasnya besar dan bisa scale up menjadi bandara bertaraf internasional.

Baca Juga: Heboh Kabar Bandara Kualanamu Dijual, Begini Kata Stafsus Erick Thohir

Selain itu, pemerintah juga ingin meningkatkan kualitas Bandara Kualanamu bukan hanya sebagai domestik airport, tetapi Hub internasional.

"Jadi ini yang kami lakukan di Kualanamu adalah mengerjasamakan dengan konsesi (dengan GMR Airport) selama 25 tahun, di mana Kualanamu ini dimiliki Angkasa Pura II dan telah melakukan proses tender yang sangat panjang dan terstruktur, di mana, BPKP juga terlibat di dalam prosesnya," ujar Kartika, Jumat (3/12/2021).

Baca Juga: Berisiko Jadi Klaster Penularan Covid-19, Penumpang Keluhkan Antrean 3 Jam di Bandara

Tiko, sapaan akrab Kartika, juga membantah pelepasan saham Bandara Kualanamu kepada GMR Airport International. Namun, kerjasama kedua pihak melalui skema build operate transfer (BOT) dengan jangka waktu hingga 25 tahun. Jadi, setelah kontrak kerja berakhir, maka seluruh aset tetap dikembalikan kepada AP II.

"Saya rasa ini deal yang sangat baik dan prosesnya kita kawal. Dan kita juga minta BPKP untuk mengawal juga Insya Allah ini menjadi satu kerjasama strategis dan setelah 25 tahun nanti setelah bandaranya sudah bagus dan meningkat kualitasnya akan kembali lagi menjadi milik AP II," katanya.

Komposisi saham Bandara Internasional Kualanamu terbagi atas 51% milik Angkasa Pura Aviasi dan 49% dimiliki GMR 49 %. Pemegang saham mencatat kerja sama kedua entitas pun masih menguntungkan bagi negara.

GMR sendiri dinilai oleh Kementerian BUMM dipandang sebagai sebuah perusahaan pengelola airport terbesar di Asia. Makanya, kerja sama kedua entitas tersebut didukung pemegang saham.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini