Terungkap Modus Aset Kripto Ilegal, Robot Trading Tanpa Izin

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 03 Desember 2021 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 320 2511358 terungkap-modus-aset-kripto-ilegal-robot-trading-tanpa-izin-4tu85kK88y.jpg Satgas Waspada Investasi minta masyarakat hati-hati dengan investasi kripto ilegal (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Masyarakat diminta mewaspadai penawaran investasi aset kripto yang saat ini marak. Pasalnya sudah banyak yang menjadi korban penawaran pedagang aset kripto ilegal yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan pihaknya telah menghentikan satu entitas yaitu PT Rechain Digital Indonesia yang melakukan perdagangan aset kripto Vidy Coin dan Vidyx tanpa izin. Selain itu SWI juga menghentikan lima kegiatan usaha yang diduga money game dan tiga kegiatan usaha robot trading tanpa izin.

Baca Juga: Apa Itu Uang Kripto yang Diharamkan MUI?

β€œHati-hati dengan penawaran investasi aset kripto dengan keuntungan tetap (fix) karena ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebelum berinvestasi kripto, masyarakat harus melihat pertama daftar pedagang kripto dan kedua daftar aset kriptonya di Bappebti sebagai otoritas yang berwenang mengatur dan mengawasi kripto ini sesuai Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto,” kata Tongam di Jakarta, Jumat (3/12/2021).

Baca Juga: Potensi Investasi Kripto Diprediksi Meningkat, Aturannya Gimana?

Menurut Tongam, belakangan juga marak penawaran investasi berbasis aplikasi yang harus diwaspadai karena pelakunya memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu dengan cara iming-iming pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar, namun terlebih dahulu masyarakat diminta menempatkan/menyetorkan dananya.

SWI meminta masyarakat agar sebelum melakukan investasi untuk memahami hal-hal sebagai berikut:

1. Memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

2. Memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.

3. Memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini