4 Fakta PNS Digantikan Robot, Ternyata untuk Hemat Uang Negara

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Sabtu 04 Desember 2021 04:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 320 2511454 4-fakta-pns-digantikan-robot-ternyata-untuk-hemat-uang-negara-m06WBCyc1s.jpg PNS bakal digantikan robot (Foto: Okezone)

JAKARTA - Isu PNS digantikan robot tengah menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Jika hal tersebut benar-benar terjadi, dikhawatirkan posisi PNS yang tersedia akan kian sedikit sehingga persaingan makin ketat.

Namun, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Tjahjo Kumolo menepis isu tersebut. Penggunaan teknologi untuk melakukan urusan birokrasi bukannya bermaksud menggantikan PNS. Lantas, apa alasan sebenarnya? Di bawah ini telah Okezone rangkum fakta-faktanya pada Sabtu (4/12/2021).

Baca Juga: Deretan Kasus Penipuan CPNS Mengebohkan, Nomor 2 Korbannya sampai 50 Orang

1. Kecepatan inovasi

Pemanfaatan robot untuk melaksanakan tugas PNS ini diharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi dapat membawa kecepatan inovasi. Hal ini bukan berarti PNS akan serta merta dipangkas.

“Sekarang keinginan Pak Jokowi diganti dengan robot bukan berarti PNSnya terus dipangkas, terus kita buat robot. Tidak. Tapi kecepatan inovasi itu yang diinginkan oleh Pak Jokowi,” ujar dia dalam Seminar Nasional Reformasi Birokrasi dan Penandatangan Butir-Butir Komitmen Kepala Daerah, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga: Asyik! Tunjangan PNS Naik

2. Untuk efektivitas kerja

Hal lain yang diharapkan dengan penggunaan robot ini adalah efektivitas kerja. Sebagaimana yang telah terasa di kehidupan sehari-hari, pandemi Covid-19 mempercepat digitalisasi di Indonesia. Sektor birokrasi pun merasakan langsung dampaknya.

“Alhamdulillah dengan pandemi covid ini ada kerja di kantor, kerja di rumah itu semakin jelas. Oh ternyata di kantor PANRB dengan separuh lebih kerja di rumah bisa diselesaikan kok dengan yang kerja di kantor ini,” ungkapnya.

3. Efisiensi anggaran

Saat urusan birokrasi dialihkan melalui sarana digital, akan ada banyak pengeluaran yang bisa dihemat. Hal ini berujung pada efektivitas anggaran.

“Nah ini saya kira konteksnya begitu panjang yang inti kebelakangnya adalah bagaimana membangun efektivitas pengambilan kebijakan politik pembangunan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sampai pada efisiensi anggaran,” jelas Tjahjo.

4. Ingin wujudkan program strategis nasional yang merata

Lebih dari itu semua, penggunaan robot ini juga bertujuan agar program strategis nasional bisa merata ke seluruh daerah yang ada di Indonesia.

“Pak Jokowi, Pak Maruf simple kok ingin program strategis ansional berjalan dengan baik di Jawa Tengah, di Jawa Barat, di semua daerah seiring dengan janji kampanye dan visi misi seorang gubernur terpilih. Dan terlaksana di kabupaten/kota seiring dengan progres janji kampanye dan program kerja bupati/walikota,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini