Kirim 3 Ton Jeruk, Cara Unik Warga Undang Presiden Jokowi

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Sabtu 04 Desember 2021 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 320 2511797 kirim-3-ton-jeruk-cara-unik-warga-undang-presiden-jokowi-K2b16dbNAf.jpg Undang Presiden Jokowi dengan Kirimkan Jeruk 3 Ton. (Foto: Okezone.com/MPI)

KARO - Masyarakat Liang Melas Datas mengirimkan sebanyak 3 ton jeruk hasil panen untuk Presiden Joko Widodo. Jeruk-jeruk dikemas dalam 200 kotak dan telah diberangkatkan menuju Istana Negara Jakarta.

Prosesi pengiriman jeruk itu cukup meriah. Sejumlah warga bahkan terlihat berpakaian adat dan menari melepas truk pengirim jeruk tersebut. Infrastruktur desa mereka sangat rusak parah, tak menyurutkan niat Masyarakat Liang Melas Datas untuk mengirim oleh-oleh kepada Presiden.

Padahal beberapa kali truk yang mengantarkan oleh-oleh jeruk itu hampir terguling disebabkan akses jalan yang rusak parah.

Baca Juga: Kapolri Gelar Lomba Mural, Jokowi: Saya Apresiasi Hasilnya Positif

Masyarakat Liang Melas Datas terdiri dari 6 Desa 2 Dusun, yakni warga Desa Suka Julu, Desa Kutambaru, Desa Batu Mamak, Desa Pola Tebu, Desa Kutambelin, Desa Kuta Pengkih, Dusun Barisan, Dusun Kuta Kendit, dan Dusun Cerumbu yang berada di tiga kecamatan yakni Kecamatan Mardinding, Kecamatan Lau Baleng, dan Kecamatan Tiga Binanga.

Paham Sitepu selaku ketua panitia acara pengiriman oleh-oleh jeruk itu, menjelaskan bahwa oleh-oleh tersebut diberikan untuk Presiden Jokowi atas hasil panen Masyarakat Liang Melas. Selain itu warga juga mengundang Presiden dan berharap dapat meluangkan waktunya untuk berkunjung ke desa mereka, untuk melihat infrastuktur khusunya jalan utama desa yang sangat rusak parah.

Baca Juga: Waspada Varian Omicron, Jokowi Minta Selesaikan Target Vaksinasi

"Hari ini kami mengirim oleh-oleh kepada Presiden Jokowi yakni jeruk seberat 3 Ton atas hasil panen warga, dan berharap Pak presiden mau datang ke desa kami," kata Paham Sitepu.

Selain itu dia juga berharap Presiden memperhatikan Infrastruktur Jalan Menuju 6 desa tersebut, sebab sudah puluhan tahun warga kesulitan untuk mengirimkan hasil panen ke daerah lain.

"Sudah lebih dari 25 tahun jalan ini rusak, belum ada di bagusi sama sekali, Ucap Paham sitepu

Menurut pengakuan warga sekitar, hasil panen sering sekali gagal untuk dikirim ke luar daerah, sebab kendaraan pengangkut tidak mampu melintasi jalan yang rusak dan berlumpur terlebih jika musim penghujan seperti saat ini.

Hena beru Ginting warga Desa Pola Tebu menjelaskan truk sering terguling akibat jalan yang rusak, sehingga sayur dan buah hasil panen warga menjadi rusak dan mengakibatkan kerugian terhadap petani.

"Truk yang mengangkut hasil panen seperti sayuran dan buah-buahan warga sering terguling karena jalannya rusak parah, jadi rugi lah kami, padahal cuma dari situ penghasilan kami," Kata Hena sambil memelas.

Pengiriman oleh oleh ini direncanakan akan menggunakan jalur darat, hingga samapi ke Istana Presiden.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini