Meraup Cuan Rp6 Miliar dari Budidaya Rumput Laut, India dan Jepang Antre

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Sabtu 04 Desember 2021 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 455 2511775 meraup-cuan-rp6-miliar-dari-budidaya-rumput-laut-india-dan-jepang-antre-fbwEgfnoXj.jpg Peluang Usaha dari Budidaya Rumput Laut. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Hampir dua tahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Sektor UMKM termasuk yang paling terdampak.

Namun ada peluang usaha yang tetap stabil di tengah pandemi yakni rumput laut kering. Bahkan peminatnya hingga luar negeri.

Baca Juga: Ayo Milenial Jangan Ragu Cari Cuan Lewat Bisnis

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karawang Supriadi optimis bahwa budidaya rumput laut di Karawang akan kian berkembang seiring masyarakat yang semakin menggemari makanan sehat dari rumput laut.

"Saya berasumsi (budidaya) rumput laut ini akan tren ke depan karena hamanya juga relatif hampir tidak ada," katanya, Sabtu (4/12/2021). 

Baca Juga: 7 Seleb TikTok dengan Bayaran Tertinggi, Sekali Posting Dibayar Rp2,3 Miliar

Salah satu pelaku usaha rumput laut yang meraup cuan yakni Koperasi Mina Agar Makmur, mitra binaan Subholding Upstream Regional Jawa Bagian Barat Field Tambun.

“Alhamdulillah, pandemic COVID-19 tidak berpengaruh bagi kami. Produksi rumput laut kering dan produk olahan rumput laut tetap stabil, hanya awal COVID-19 dan masa PSBB saja turun sedikit karena pembatasan pekerja,” ujar Ketua Koperasi Mina Agar Makmur Usup Supriatna.

Usup mengatakan permintaan akan rumput laut kering dan agar-agar rumput laut yang dihasilkan cukup tinggi. Konsumen tertarik atas mutu rumput laut kering dan produk hasil olahan rumput laut yang dihasilkan oleh Koperasi.

“Ada permintaan olahan rumput laut 1 ton per bulan ke India, kami tolak. Kami tak sanggup memasok sebanyak itu. Kami juga baru mencoba memasok ke Jepang melalui pihak ketiga, itu pun baru 15 kg,” ujarnya.

Menurut Usup, pihaknya menjual rumput laut kering kepada salah satu perusahaan pengolahan rumput laut di Jakarta. Setiap bulan dikirim sekitar 100 ton. “Kalau dirata-ratakan setiap tahun kami menjual 1.000-1.200 ton. Kalau kami produksi lebih dari 1.200 ton pun, perusahaan tersebut siap menampung,” ujarnya.

Harga jual rumput laut Rp5.000 per kilogram. Dengan asumsi produksi 1.200 ton per tahun, Koperasi mengeruk keuntungan sekitar Rp6 miliar. “Itu belum termasuk omzet dari pengolahan agar-agar rumput laut,” ujar Usup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini