Ada China, SKK Migas Perketat Keamanan Migas di Laut Natuna

Athika Rahma, Jurnalis · Senin 06 Desember 2021 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 320 2512477 ada-china-skk-migas-perketat-keamanan-migas-di-laut-natuna-sZCD36qoLO.jpg SKK Migas perketat keamanan eksplorasi migas di Natuna (Foto: Reuters)

JAKARTA - SKK Migas memperketat keamanan kegiatan eksplorasi migas di Laut Natuna. Hal ini seiring dengan permintaan pemerintah China untuk menghentikan eksplorasi migas dan latihan militer di Laut Natuna.

Pemerintah China mengklaim wilayah itu adalah teritori nine-dash-line mereka. Menanggapi hal tersebut, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno memastikan, setiap pengeboran migas akan selalu dikawal ketat oleh petugas keamanan.

Baca Juga: Penutupan IOG 2021: Industri Hulu Migas Tetap Menjadi Pilar Energi Menuju Energi Baru Terbarukan

"Selama kegiatan operasi pengeboran, SKK Migas selalu berkoordinasi dengan Bakamla dan TNI AL untuk pengamanan drilling operation supaya berjalan lancar," ujar Julius kepada MNC Portal Indonesia, Senin (6/12/2021).

Baca Juga: Dukung Transisi Energi, SKK Migas Siapkan Strategi Kurangi Emisi Karbon

Julius melanjutkan, pengeboran eksplorasi di laut Natuna oleh Premier Oil sudah selesai akhir November lalu. Pengeboran ini sudah dimulai sejak Juli 2021. Diketahui, Premier Oil adalah salah satu dari 3 kontraktor yang beroperasi di Natuna selain Medco E&P Natuna dan Star Energy.

"Sekarang drilling rignya sudah moving out ke tempat lain," katanya.

Sebelumnya, kabar tentang protes China ini disampaikan oelh anggota DPR RI Komisi I Muhammad Farhan. Ia mengatakan, surat dari Diplomat China kepada Menteri Luar Negeri Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia diminta menghentikan pengeboran migas di wilayah tersebut karena wilayah tersebut masuk ke teritori China.

"Jawaban kami sangat tegas, kami tidak akan menghentikan pengeboran, karena itu hak kedaulatan kami," ujar Farhan, dikutip dari Reuters beberapa waktu lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini