Dolar AS Menguat, Kekhawatiran terhadap Virus Omicron Mereda

Antara, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 06:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 278 2512996 dolar-as-menguat-kekhawatiran-terhadap-virus-omicron-mereda-ofll36oy6N.jpg Dolar AS Menguat. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Dolar AS menguat terhadap mata uang safe-haven seperti Yen dan Franc Swiss di akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Dolar AS menguat setelah varian Virus Corona Omicron dikabarkan tidak memberikan dampak yang terlalu parah.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik dan pasar saham juga menguat setelah pengamatan awal menunjukkan pasien Omicron hanya memiliki gejala ringan. Hal ini pun membalikkan beberapa aksi jual besar-besaran dalam perdagangan.

Baca Juga: Dolar Menguat Menanti Rilis Data Pekerja AS

Pejabat tinggi penyakit menular AS, Dr Anthony Fauci mengatakan bahwa sejauh ini tampaknya tidak ada tingkat keparahan yang besar.

"Tidak adanya perkembangan negatif seputar Omicron selama akhir pekan tampaknya membantu pasar stabil hari ini setelah pergerakan dramatis pada akhir pekan lalu," Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, dikutip dari Antara, Selasa (7/12/2021).

Dolar AS pun terangkat 0,5% terhadap yen Jepang dan meningkat 0,9% terhadap Franc Swiss. Biasanya kedua mata uang ini menarik investor yang mencari keamanan ketika ketegangan ekonomi atau geopolitik meningkat.

Baca Juga: Jerome Powell Kembali Jadi Ketua The Fed, Dolar AS Melesat

Sementara itu, indeks Mata Uang Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,1% menjadi 96,309, tidak jauh dari tertinggi 16 bulan di 96,938 yang disentuh akhir bulan lalu.

Investor telah tumbuh lebih bullish terhadap dolar dalam beberapa pekan terakhir, dengan taruhan net long pada greenback meningkat ke level tertinggi sejak Juni 2019, data dari CFTC AS menunjukkan pada Jumat (3/12/2021).

Sementara itu dolar Australia terangkat 0,64% atau rebound dari level terendah 13 bulan yang dicapai minggu lalu.

Dolar Kanada menguat terhadap mitra AS karena harga minyak naik dan perhatian beralih ke keputusan suku bunga bank sentral Kanada minggu ini, dengan mata uang pulih dari level terendah dalam lebih dari dua bulan.

Di tempat lain, mata uang kripto mengalami kerugian besar dari akhir pekan yang liar yang sempat menghancurkan bitcoin lebih dari 20%. Bitcoin tergelincir 0,6% menjadi sekitar USD49.166,35 pada Senin (6/12/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini