BEI: Penutupan Kode Broker dan Penyesuaian Mekanisme Perdagangan Berjalan Lancar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 278 2513235 bei-penutupan-kode-broker-dan-penyesuaian-mekanisme-perdagangan-berjalan-lancar-NQDB6NpdAG.jpg Penutupan kode broker berjalan lancar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup informasi kode broker pada informasi post trade yang didistribusikan selama sesi perdagangan. Selain itu, BEI juga menyesuaikan mekanisme perdagangan.

“Penutupan kode broker dan juga penyesuaian perdagangan yang bersifat ekuitas, sebenarnya prosesnya sudah berjalan cukup lama dan sudah direncanakan mungkin lebih dari setahun yang lalu dan akhirnya berhasil lakukan implementasi dua hal tersebut," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono W Widodo.

Baca Juga: 4 Fitur Perdagangan Bursa Efek Terbaru, Cek Kelebihannya!

Implementasi penutupan kode broker dan penyesuaian mekanisme perdagangan berhasil terlaksana dengan lancar, di mana perdagangan baik dari segi transaksi maupun keaktifan para pemodal berjalan dengan baik. Penyesuaian mekanisme perdagangan yang biasa disebut Pre-Opening dan Pre-Closing tersebut dilakukan dengan penambahan fitur informasi Indicative Equilibrium Price (IEP) serta Indicative Equilibrium Volume (IEV).

Baca Juga: 4 Fakta IHSG Melemah, Berikut Data Perdagangan BEI Selama Sepekan

Investor, kata Laksono, dapat menggunakan indikator tersebut untuk mengetahui perkiraan harga pembukaan dan penutupan berdasarkan harga dengan volume terbanyak yang dapat dipertemukan.” "Kira-kira berapa sih harga pembukaan yang terbentuk, jadi tidak blind 100 persen, ada kisi-kisinya," ujarnya.

Pada sesi Pre-Closing, terdapat fitur tambahan, yaitu Random Closing dengan waktu penutupan di hari perdagangan bursa akan dilakukan secara acak. Laksono menyampaikan, tujuan dari adanya penambahan fitur IEP, IEV dan Random Closing adalah untuk mengoptimalkan pembentukan harga pembukaan dan harga penutupan yang lebih wajar pada sesi Pre-Opening dan sesi Pre-Closing sesuai dengan kondisi pasar.

Selanjutnya, hal itu juga untuk meredam terjadinya manipulasi pergerakan harga saham yang tajam pada saat sesi pembukaan dan sesi penutupan dan menyempurnakan transparansi pembentukan harga pembukaan dan penutupan kepada pelaku pasar.”Penambahan fitur tersebut tersebut juga untuk meningkatkan likuiditas transaksi pada sesi pembukaan dan penutupan serta juga merupakan best practice di bursa lain," kata Laksono.

Selain itu, bursa juga melakukan penambahan fitur market order guna memudahkan investor dalam menyampaikan pesanan pada harga pasar. Market order merupakan tipe pesanan agar investor cukup input volume tanpa input harga. Sistem bursa akan mempertemukan market order dengan harga terbaik yang ada pada pasar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini