Bukaka (BUKK) Garap Proyek Jembatan Callender Hamilton Rp2,19 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 278 2513241 bukaka-bukk-garap-proyek-jembatan-callender-hamilton-rp2-19-triliun-3JBBPeEOQB.jpeg Bukaka Teknik Utama garap proyek jembatan (Foto: Shutterstock)

JAKARTAPT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) meraih kontrak kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Melalui anak usahanya PT Baja Titian Utama, BUKK menggarap proyek penggantian atau duplikasi jembatan Callender Hamilton di Jawa.

Direktur Utama Bukaka Teknik Utama Irsal Kamarudin mengungkapkan, proyek kerjasama tersebut memiliki nilai investasi sebesar Rp2,19 triliun. Perseroan akan melaksanakan proyek pada 37 lokasi jembatan yang tersebar di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Disebutkan, perjanjian itu memiliki jangka waktu hingga 12 tahun. Terdiri dari 2 tahun masa konstruksi dan 10 tahun masa layanan.

Baca Juga: Bukaka Raup Pendapatan Rp4,68 Triliun

Anak usaha BUKK akan memperoleh pembayaran setelah masa konstruksi selesai melalui skema pembayaran ketersediaan layanan selama 10 tahun. Nilai pembayaran sebesar Rp477,87 miliar per tahun di luar PPn. “Perolehan kontrak oleh PT Baja Titian Utama akan memberikan dampak berupa potensi tambahan pendapatan dan laba,” kata Irsal.

Menurutnya dengan adanya kontrak tersebut perseroan akan semakin menambah pengalaman di bidang konstruksi Jembatan khususnya pada proyek Jembatan Baja. Asal tahu saja, PT Baja Titian Utama anak usaha yang baru didirikan bergerak di bidang konstruksi jembatan meliputi tahapan perencanaan teknis, pembangunan, pembiayaan, pengoperasian dan pemeliharaan jembatan.

Baca Juga: Bukaka Kantongi Pinjaman Rp1,5 Triliun

Pendirian anak usaha tersebut membuat perseroan mengeluarkan modal dasar Rp250 miliar yang terdiri atas 250 saham dengan nilai nominal masing-masing Rp1 juta per saham. Ada pun modal ditempatkan dan disetor berjumlah Rp62,5 miliar atau setara 62.500 saham.

Perseroan memiliki 61.875 saham atau sebanyak Rp61,87 milar. Angka tersebut setara dengan 99% saham Baja Titian Utama. Sementara, PT Mega Investama memiliki 625 saham atau sebesar Rp625 juta atau setara dengan 1% dari keseluruhan modal ditempatkan dan disetor.“Pendiran anak usaha ini akan memberikan dampak berupa potensi tambahan pendapatan dan laba bagi perseroan sebagai pemegang saham,” jelas Irsal Kamarudin.

Sebelumnya, BUKK itu sepakat mendirikan entitas baru bernama Bukaka Three D Private Limited. Entitas anyar itu memiliki modal dasar yang terbagi atas 5 juta saham dengan nominal saham masing-masing Rs10. Adapun modal ditempatkan atau disetor yang telah ditempatkan oleh BUKK sebesar Rp498,78 juta setara dengan 51% dari seluruh modal disetor.

Perseroan mendirikan entitas sebagai tindak lanjut dari kontrak pengadaan 36 unit passenger boarding bridge di beberapa bandara India. Perseroan bekerjasama dengan perusahaan India tersebut untuk membantu kelancaran operasional pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Manajemen BUKK meyakini pendirian anak perusahaan akan berdampak pada peningkatan operasional usaha perseroan. Tahun ini, perseroan membidik penjualan senilai Rp4,7 triliun dan laba bersih Rp629 miliar atau naik 48,69% dari laba 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini