Peringatan Keras BPK! Utang RI Melampaui Batas IMF

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 20:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 320 2513510 peringatan-keras-bpk-utang-ri-melampaui-batas-imf-5IgxqWwgtY.jpg Utang Luar Negeri RI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) mencatat adanya tren penambahan utang pemerintah dan biaya bunga yang melampaui pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dan penerimaan negara.

Hasil reviu menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 telah meningkatkan Defisit, Utang, dan SiLPA yang berdampak pada peningkatan risiko pengelolaan fiskal.

Selain itu, indikator kerentanan utang tahun 2020 telah melampaui batas yang direkomendasikan IMF dan/atau International Debt Relief (IDR) serta indikator kesinambungan fiskal (IKF) 2020 sebesar 4,27% telah melampaui batas yang direkomendasikan The International Standards of Supreme Audit Institutions (ISSAI) 5411 โ€“ Debt Indicators yaitu di bawah 0%.

Baca Juga:ย Sri Mulyani Bakal Hati-Hati Tarik Utang di 2022

"Kerentanan utang tahun 2020 telah melampaui batas yang direkomendasikan IMF dan/atau International Debt Relief (IDR) serta indikator kesinambungan fiskal (IKF) 2020 sebesar 4,27% telah melampaui batas yang direkomendasikan The International Standards of Supreme Audit Institutions (ISSAI) 5411 โ€“ Debt Indicators yaitu di bawah 0%," tulis laporan BPK yang dikutip, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga:ย 5 Fakta Utang Indonesia Rp6.000 Triliun hingga Cara Melunasinya

Sebelumnya, BPK melaporkan 14.501 permasalahan senilai Rp8,37 triliun dalam pemeriksaan selama semester I tahun 2021.

Rinciannya, jumlah tersebut meliputi 6.617 permasalahan kelemahan sistem pengendalian intern (SPI) dan 7.512 permasalahan ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan senilai Rp8,26 triliun, serta 372 permasalahan ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidakefektifan senilai Rp113,13 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini