5 Hal yang Harus Diperhatikan Pelaku Usaha Waralaba pada 2022

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 455 2513295 5-hal-yang-harus-diperhatikan-pelaku-usaha-waralaba-pada-2022-yFDK4Cs01n.jpg Tantangan Usaha Waralaba (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - 5 hal yang harus diperhatikan pelaku usaha waralaba pada 2022. Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Tri Raharjo mengatakan, ada lima aspek penting bagi pelaku usaha waralaba dan lisensi menghadapi tahun 2022.

Pertama, pelaku usaha harus mampu beradaptasi menghadapi era new normal saat ini sehingga produk dan layanan yang diberikan tetap sesuai dan relevan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Kedua, melakukan berbagai inovasi secara produk, pemasaran, maupun pelayanan. "Bahkan beberapa pelaku usaha sudah mendorong konsep offline to online atau sebaliknya. Saya kira hal ini menjadi suatu hal yang penting. Beberapa pelaku industri di bidang ritel membuat aplikasi yang memudahkan konsumennya untuk melakukan transaksi dan bahkan menjadi database yang menjadi sarana promosi yang sangat efektif kepada pelanggan mereka," ujarnya dalam Indonesia Franchise Forum dan BizFest 2021, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga: Duh! Hampir 1.000 Waralaba di RI Tutup akibat Pandemi Covid-19

Ketiga, pelaku usaha waralaba perlu membuat strategi pemasaran khusus untuk mendapatkan pelanggan. "Ini menjadi penting. Ketika PPKM ini dilonggarkan, maka ini saatnya kita untuk mencari omzet. Begitu ada PPKM, kita sudah siap menghadapinya," ujarnya.

Keempat, membangun kolaborasi dan jaringan bisnis waralaba. Kelima, mengelola keuangan dengan baik. "Kita membuat skenario terbaik bagaimana kalau terjadi PPKM. Kemudian skenario penjualannya seperti apa, bagaimana kalau terjadi pelonggaran, skenario penjualannya seperti apa, sehingga kita tidak kaget dalam menghadapi berbagai dampak pandemi Covid-19," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, pada tahun 2020 bisnis waralaba di Indonesia masih tetap dapat berkontribusi dalam penyerapan 628.000 tenaga kerja dan mencatat omzet tidak kurang dari Rp54,4 miliar.

Menurut Mendag, saat ini Indonesia tidak lagi menjadi pasar bagi waralaba asing. Hal ini karena waralaba lokal sudah menjadi tuan rumah dan menguasai pasar dalam negeri, bahkan mulai merambah ke pasar regional.

"Saya optimis dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan asosiasi maka waralaba kita dapat menguasai dan bersaing di pasar global," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini