Tren Belanja Online Naik di Tengah Pandemi, Orang RI Makin Banyak Beli Produk Lokal

Antara, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 622 2513215 tren-belanja-online-naik-di-tengah-pandemi-orang-ri-makin-banyak-beli-produk-lokal-hjLB1hBpxH.jpg Belanja Online (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Tren belanja online kian meningkat di masa pandemi Covid-19, di mana produk lokal mendominasi pilihan konsumen Indonesia.

Hal ini terungkap dalam Survei Ipsos Global Trends 2021 bertema Aftershocks and Continuity.

Menurut survei tersebut, delapan dari sepuluh pasar di dunia menyatakan belanja online lebih mudah daripada berbelanja di toko tradisional, di mana Indonesia memiliki persentase tertinggi (73 persen) di antara 25 negara yang disurvei.

Survei yang melibatkan 25 negara itu menemukan bahwa masyarakat di beberapa negara merasa berbelanja online lebih sulit dibandingkan di toko tradisional atau offline, antara lain di Afrika Selatan (59% persen), Kenya (60 persen) dan Nigeria (65 persen).

"Tentu Covid-19 mempengaruhi semua hal dan mendorong munculnya banyak sinyal perubahan, seperti konsumerisme dan pilihan merek konsumen, isu perubahan iklim dan lingkungan, serta banyak isu lainya yang terangkum dalam laporan Global Trends 2021: Aftershocks and continuity," kata Managing Director Ipsos in Indonesia Soeprapto Tan dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga: Tren Belanja Meningkat, Partner PSBBI Semakin Bertambah Jelang Harbolnas

Soeprapto menjelaskan, perubahan yang terlihat dalam data tersebut cenderung didorong tren opini publik yang sudah berlangsung lama sebelum Covid-19 (macro forces).

"Yang mana macro forces tersebut mendorong adanya shifts atau pergeseran perilaku masyarakat yang diukur dalam banyak penelitian yang kita lakukan. Kemudian, dari pergeseran tersebut, kita melihat adanya sinyal-sinyal perubahan pada seluruh masyarakat. Ketiga hal tersebut mempengaruhi satu sama lain dan kita perlu untuk memahami perubahan pada setiap levelnya untuk secara efektif memahami bagaimana masa depan," kata dia.

Laporan Ipsos Global Trends 2021 yang melibatkan 24.000 responden dari 25 negara menemukan bahwa mayoritas konsumen dunia dapat menemukan penawaran lebih baik saat berbelanja online dibandingan di toko konvensional.

Misalnya di Indonesia yang menempati urutan ke-4 di antara negara tersurvei lainnya dengan presentase 83 persen. Konsumen Indonesia setuju bahwa mereka dapat menemukan penawaran lebih baik saat berbelanja online dibandingkan di toko.

Sebesar 81 persen konsumen di Indonesia mengaku percaya pada rekomendasi online dari aplikasi atu situs terkenal.

Selain itu, tujuh dari 10 responen dari 25 pasar di dunia setuju bahwa mereka cenderung membeli merek yang mencerminkan nilai pribadi mereka (70 persen). Hubungan ini paling kuat di Nigeria (91 persen), China (86 persen), Kenya & Filipina (keduanya 85 persen), dan Indonesia (81 persen), sementara orang Meksiko dan Denmark paling tidak setuju (masing-masing 51 persen).

Terkat pemilihan merek, mayoritas pasar di dunia masih belum banyak memilih merek lokal. Mereka berpendapat bahwa merek global memilik produk yang lebih unggul dibandingkan merek lokal negaranya, seperti di Nigeria (77 persen), Kenya (67 persen), India (62 persen), Thailand (58 persen), dan Singapura (55 persen).

Hal itu berbeda dengan pasar Indonesia di mana 59 persen konsumen tidak setuju bahwa merek global memiliki produk yang lebih baik daripada merek lokal. Data itu selaras dengan data survei yang sama bahwa 87 persen konsumen di Indonesia lebih cenderung untuk memilih membeli produk lokal dibandingkan produk global.

"Untuk pasar Indonesia, dari data hasil survei Ipsos Global Trends 2021 terlihat nyata bahwa belanja online dan pilihan merek lokal sangat menonjol dan peningkatanya sangat signifikan bila dibandingkankan sebelum pandemi," kata Soeprapto Tan.

Selain karena faktor kemudahan penggunaan saluran belanja online, seperti aplikasi, situs, sosial media, dan lainnya, faktor kemudahan menemukan penawaran atau promo lebih banyak dan lebih baik menjadi salah satu pertimbangan konsumen lebih cenderung memilih belanja online dibandingkan di toko.

"Dan untuk pilihan merek lokal, konsumen merasakan merek lokal Indonesia saat ini dapat bersaing bahkan dengan merek global. Untuk itu, saya melihat produk lokal dan belanja online masih akan tetap menjadi pilihan konsumen ke depannya," ujar Soeprapto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini