IPO, OBM Drilchem (OBMD) Jadi Pendatang Baru ke-49

Anggie Ariesta, Jurnalis · Rabu 08 Desember 2021 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 278 2513645 ipo-obm-drilchem-obmd-jadi-pendatang-baru-ke-49-0qbClfnTFk.jpg OBM Drilchem IPO hari ini (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT OBM Drilchem Tbk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Rabu (8/12/2021). Dengan kode saham OBMD, OBM Drilchem akan menjadi perusahaan tercatat ke-49 di BEI pada tahun ini.

Baca Juga: RMK Energy IPO Hari Ini, Incar Dana Rp180,25 Miliar

Mengutip laman e-IPO, OBM Drilchem merupakan emiten yang memproduksi bahan aditif untuk mencegah kerugian yang terjadi dalam aktivitas pengeboran dengan menggunakan teknologi serat yang merupakan salah satu pemain terdepan di bidangnya.

Produk-produk yang dijual oleh OBM Drilchem bertujuan untuk mengurangi waktu non-produktif di site, membantu meningkatkan stabilitas sumur bor, mencegah kehilangan cairan pada sumur bor, mencegah penempelan diferensial, mengurangi torsi dan tarikan yang berlebihan dan meningkatkan pembersihan lubang.

Baca Juga: Saham Wira Global Solusi (WGSH) Tancap Gas Usai IPO

Selain itu, OBM Drilchem juga menawarkan berbagai jenis jasa terkait kegiatan on-site dan off-site yang meliputi membuat desain proposal teknis dan solusi sesuai dengan jenis sumur masing-masing, menyediakan jasa engineering dan pelatihan dalam pengggunaan produk-produk Perseroan on-site, dan menyediakan jasa custom desain dan produk sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelanggan.

OBM Drilchem memiliki pusat produksi dan fasilitas riset yang berada di daerah Karawang, Jawa Barat yang merupakan kawasan industri strategis untuk distribusi baik Nasional maupun Internasional. Pabrik Perseroan saat ini diklaim masih beroperasi dengan utilization rate di bawah 100% yang menunjukkan kapasitas Perseroan untuk dapat melakukan ekspansi produksi setiap saat.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, OBM Drilchem melakukan perjanjian kerja dengan pelanggan dengan jangka waktu perjanjian yang relatif pendek. Akan tetapi, perjanjian pengadaan di industri migas baik pasar nasional dan internasional mengikuti peraturan dan prosedur pengadaan yang telah diatur oleh SKK Migas, dimana nature dari perjanjian pengadaan ini berdurasi selama 2 tahun dan paling lama 5 tahun.

Sebelum masa berakhir perjanjian, pelanggan mengadakan tender pengadaan baru. Khusus untuk pasar nasional, persetujan pengadaan tender adalah dari SKK Migas sebagai, Regulatory Body. Selain itu berdasarkan data historis, perjanjian kerja atau kontrak-kontrak dengan pelanggan mengalami perpanjangan terus menerus.

Adapun OBM Drilchem dalam IPO ini akan melepas sebanyak-banyaknya 182 juta saham dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Jumlah saham tersebut setara 24,86% dari seluruh saham dicatatkan. Saham PT OBM Drilchem ditawarkan dengan harga antara Rp150 hingga Rp180 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi meraup dana segar hingga Rp32,76 miliar dari aksi ini.

Seluruh dana yang diperoleh perseroan dari hasil penawaran umum perdana saham, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan seluruhnya digunakan untuk pembelian bahan baku. Yakni berupa serbuk serat selulosa dan kalsium karbonat dari pihak ketiga untuk mengantisipasi kontrak-kontrak yang akan diperoleh Perseroan di masa yang akan datang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini