Harga Minyak Dunia Naik 3%, Kekhawatiran Varian Omicron Mereda

Antara, Jurnalis · Rabu 08 Desember 2021 06:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 320 2513628 harga-minyak-dunia-naik-3-kekhawatiran-varian-omicron-mereda-a9KCERpQFZ.jpg Harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga minyak dunia melonjak lagi lebih dari 3% pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga minyak memperpanjang reli dari rebound hampir lima% sehari sebelumnya karena kekhawatiran tentang dampak varian virus corona Omicron terhadap permintaan bahan bakar global semakin berkurang.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari ditutup bertambah USD2,36 atau 3,2%, menjadi USD75,44 per barel, setelah melonjak 4,6% pada Senin (6/12/2021) .

Baca Juga: Harga Minyak Meroket 5% Sikapi Kebijakan Arab Saudi

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Januari terangkat USD2,56 atau 3,7%, menjadi menetap di USD72,05 per barel, menyusul kenaikan 4,9% pada sesi sebelumnya.

Pada tertinggi sesi di perdagangan Selasa (7/12/2021), setiap kontrak naik lebih dari tiga dolar AS.

Harga minyak jatuh pekan lalu di tengah kekhawatiran bahwa vaksin mungkin kurang efektif terhadap varian baru Omicron, memicu kekhawatiran bahwa pemerintah-pemerintah dapat memberlakukan pembatasan baru yang akan menenggelamkan permintaan bahan bakar.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun 11%

Namun, seorang pejabat kesehatan Afrika Selatan melaporkan pada akhir pekan bahwa kasus Omicron di sana hanya menunjukkan gejala ringan, sementara pejabat tinggi penyakit menular AS, Anthony Fauci, juga mengatakan tampaknya tidak ada "tingkat keparahan yang besar" dengan varian tersebut.

"Pasar oversold sebagai reaksi spontan terhadap Omicron dan potensi penyebarannya serta dampaknya pada pembatasan perjalanan," kata Gary Cunningham, direktur riset pasar di Tradition Energy. "Sekarang kami melihat pasar kembali ke ekspektasi permintaan yang kuat selama 6-12 bulan ke depan."

Dalam tanda kepercayaan lain dalam permintaan minyak, eksportir utama dunia, Arab Saudi, menaikkan harga minyak mentah bulanan pada Minggu (5/12/2021).

Pekan lalu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, sepakat untuk terus meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari (bph) pada Januari meskipun cadangan minyak strategis AS telah dirilis.

"Pasar mulai menanggapi varian ini dengan tenang," kata Matt Smith, seorang analis di perusahaan data dan analitik Kpler.

Harga minyak juga didukung oleh penundaan kembalinya minyak Iran, karena pembicaraan nuklir tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran mendapat batu sandungan. Jerman mendesak Iran pada Senin (6/12/2021) untuk menyajikan proposal yang realistis dalam pembicaraan mengenai program nuklirnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini