Utang Menggunung, AP I Belum Bayar Gaji Karyawan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 08 Desember 2021 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 320 2514016 utang-menggunung-ap-i-belum-bayar-gaji-karyawan-FrAlaJfdg6.jpg AP I Belum Bayar Gaji Karyawan (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I belum membayar gaji karyawan lantaran utang yang menumpuk. Tercatat, utang AP I mencapai Rp32,7 triliun.

Direktur SDM dan Umum Angkasa Pura I Mohammad Arifin Firdaus mengatakan, manajemen memutuskan menunda membayar tunjangan dan gaji karyawan selama periode PPKM. Meski begitu, kewajiban tersebut akan dilunasi perusahaan dalam waktu dekat ini.

"Pertimbangannya PPKM, WFH, dan WFO, itu 25% sehingga aktivitas yang membutuhkan biaya transportasi itu jadi berkurang dan karenanya kita sepakat dengan manajemen ada mekanisme penundaan gaji. Bukan pengurangan, itu nanti akan dilaksanakan pembayarannya oleh perusahaan," ujar Arifin dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Baca Juga: Dirut AP I Buka-bukaan Sumber Utang Rp32,7 Triliun

Menurutnya, keputusan manajemen menunda memberikan hak dan kewajiban karyawan lantaran kondisi keuangan perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19.

Selama periode pandemi, jumlah penumpang di 15 bandar udara (bandara) di bawah pengelolaan AP I menurun signifikan atau hanya berkisar di angka 20.000-30.000 per hari saja. Penurunan okupansi penumpang tersebut berdampak besar terhadap pendapatan perseroan.

"Pegawai itu diminta untuk menabung di perusahaan. Terima kasih dukungan karyawan untuk melihat kondisi perusahaan butuh terhadap upaya optimum sehingga merelakan untuk beberapa hak-haknya masih ditunda pembayarannya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan penyelesaian," katanya

Lantaran penundaan itu, AP I mencatatkan tambahan utang hingga November 2021. Di mana, bila dijumlahkan dengan penundaan pembayaran perusahaan kepada karyawan dan supplier, maka utang yang dicatatkan perseroan mencapai Rp4,7 triliun.

Sementara, utang perusahaan kepada kreditur dan investor sebesar Rp28 triliun. Dengan demikian, total utang perusahaan hingga November tahun ini mencapai Rp32,7 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini