Perdagangan Perdana, Saham IPPE Naik 35% Tembus ARA

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 278 2514297 perdagangan-perdana-saham-ippe-naik-35-tembus-ara-EuijdFEmQH.jpg PT Indo Pureco Pratama Tbk tembus ARA di perdagangan perdana (Foto: Antara)

JAKARTA - PT Indo Pureco Pratama Tbk melakukan IPO pagi ini. Emiten dengan kode saham IPPE tercatat sebagai perusahaan ke-51 dan ke-763 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Equity Analyst NH Korindo Sekuritas Putu Chantika mengatakan, saham IPPE memiliki proyeksi bisnis yang baik kedepannya sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: Profil Indo Pureco Pratama (IPPE), Siap IPO Hari Ini

"Ini dia kan bergerak di agrikultur lebih bergerak di minyak kelapa, untuk kemarin sih kita ngelihat dari harga komoditasnya sudah cukup bagus dan hopefully untuk selanjutnya juga per semester di next year juga akan terus berlanjut terutama ini kan digunakan untuk demandnya untuk masyarakat, hotel dan restoran," katanya dalam Power Breakfast IDX, Kamis (9/12/2021).

Baca Juga: Perdana di BEI, Begini Pergerakan Saham OBM Drilchem (OBMD) yang Kini Ambles 6,6%

"Dengan adanya pemulihan ekonomi dan demandnya meningkat ini juga bisa menjadi sentimen positif untuk perusahaan yang bergerak di bidang ini," imbuhnya.

Usai resmi IPO, saham IPPE pada pembukaan naik 35% yang artinya menembus ARA. Menurut Chantika ini adalah hal yang wajar bagi perusahaan yang baru listing.

"Untuk perusahaan yang listing ini biasanya akan mengalami ARA atau juga bisa mengalami ARB at least untuk satu minggu di awal ini usually cenderung mixed ya bisa naik bisa turun," ujarnya.

Di antara 8 perusahaan yang listing di BEI minggu ini, hanya saham IPPE yang menembus ARA. Chantika menyoroti size yang dibawa perusahaan saat IPO, seperti Cimory dan Avian yang bisa dikategorikan IPO jumbo.

"Walaupun ada flow yang masuk ke sahamnya sendiri tidak serta merta menaikkan cukup signifikan kita lihat dari nominal yang dihasilkan cukup tinggi, ini memang secara nature nya jauh relatif stabil dibandingkan dengan IPO yang size lebih kecil yang mungkin jauh lebih atraktif, tapi selain itu juga kita lihat resikonya jauh lebih tinggi," jelasnya.

Dengan demikian, Chantika memberikan tips dan trik mencermati saham IPO dengan penggunaan dana apakah untuk ekspansi atau bayar utang. Selain itu, perlu dicermati yang mempengaruhi harga sahamnya dari sektornya sendiri, misalnya sektor kesehatan dan bank digital.

Sektor yang kedepannya layak dicermati menurut Chantika adalah sektor kesehatan dan telekomunikasi yang dinilai masih punya prospek cukup baik tahun 2022.

Pada pembukaan hari ini IHSG naik 0,22% di 6.617. Indeks JII naik 0,42% ke 567,083 dan LQ45 naik 0,32% ke 948,571.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini