Emiten Pizza Hut Rambah Bidang Platform Digital, seperti Apa?

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 278 2514409 emiten-pizza-hut-rambah-bidang-platform-digital-seperti-apa-lMvUK76M0R.jpg Sarimelati Kencana rambah bisnis platform digital (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Emiten pengelola Pizza Hut PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) bakal merambah kegiatan usaha di bidang platform digital. Ekspansi di platform digital menjadi potensi pasar menjanjikan karena perseroan melihat peluang usaha di bidang usaha tersebut.

Nantinya, ekspansi bisnis tersebut akan dilaksanakan setelah memperoleh restu pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 Januari 2022. Namun manajemen belum merinci secara ditel tentang platform digital yang bakal dikembangkan.

Baca Juga: Pizza Hut (PZZA) Tak Lagi Jualan Pizza di Pinggir Jalan

Manajemen perseroan menyebutkan bahwa rasio keuangan perseroan periode 2022-2026 akan membaik dengan ekspansi bisnis tersebut. Kegiatan usaha bari ini diyakini bisa mendongkrak kinerja keuangan perseroan secara rata-rata dari tahun ke tahun.

Margin laba usaha diperkirakan naik menjadi 9,94%, marjin laba operasional 5,94%, dan margin laba bersih sekitar 4,74%.

Baca Juga: Wih! Pengelola Pizza Hut (PZZA) Kantongi Laba Rp31 Miliar, Meroket 210%

Dengan demikian, dapat diartikan perseroan memiliki kemampuan dalam menghasilkan laba semakin baik. Hingga kuartal III-2021, perseroan berhasil mencatatkan laba sebesar Rp13,3 miliar, dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya dengan kerugian Rp8,62 miliar.

Kenaikan laba tersebut terjadi di saat penjualan neto perseroan turun menjadi Rp2,5, dibandingkan kuartal III-2020 sebesar Rp2,6 triliun. Perolehan kuartal III-2021 dikontribusi dari pihak ketiga, yakni makanan Rp2,38 triliun dan minuman Rp119 miliar.

Beban pokok penjualan perseroan juga turun menjadi Rp861 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat Rp927 miliar. Hal ini membuat laba kotor menjadi Rp1,64 triliun dari sebelumnya Rp1,73 triliun. Laba operasi perseroan tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp44,4 miliar dari kuartal III-2020 yang membukukan sebesar Rp13,12 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak berhasil dibukukan Rp20,04 miliar dari September 2020 yang mencatatkan rugi sejumlah Rp7,08 miliar.

Sebagai informasi, pada 2022, perseroan berencana melanjutkan penambahan jumlah gerai di sejumlah wilayah, yakni Jawa-Bali dan Indonesia Timur. Sedangkan target penambahan 50 gerai tahun 2021 diharapkan dicapai akhir tahun ini.

Tercatat hingga akhir November kemarin, perseroan sudah merealisasikan pembangunan gerai baru Pizza Hut sebanyak 28 unit. Perseroan tetap optimistis bisa menjalani agenda bisnis menambah gerai pada akhir tahun ini.

Sebelumnya PZZA membidik penambahan 50 outlet di sepanjang tahun ini. Dengan realisasi terakhir, maka sisa outlet yang harus dibangun PZZA sebanyak 22 gerai lagi. Sekretaris Perusahaan PZZA, Kurniadi Sulistyomo pernah bilang, perseroan selaku pengelola restoran Pizza Hut mengungkapkan bahwa penjualan produk Pizza Hut di pinggir jalan sudah tidak berlaku lagi pada 2021.

”Sepanjang pengetahuan terbaik kami, tahun 2021 manajemen sudah lagi tidak menerapkan kebijakan tersebut," ujarnya.

Menurut dia, kebijakan penjualan tersebut merupakan kebijakan tahun 2020. Untuk mengantisipasi perubahan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Kurniadi mengatakan pihaknya akan terus menyesuaikan aturan terbaru pemerintah hingga dua pekan terakhir di akhir tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini