Pendapatan Naik, Tower Bersama (TBIG) Kantongi Laba Rp1,08 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 278 2514425 pendapatan-naik-tower-bersama-tbig-kantongi-laba-rp1-08-triliun-ueZANVBQoI.jpeg Laba Tower Bersama Infrastructure alami kenaikan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencetak pendapatan Rp4,56 triliun atau naik 15,84% di kuartal III 2021. Ebitda TBIG mencapai Rp3,98 trilun.

Selanjutnya laba bersih yang dapat diatribusikan ke entitas induk mencapai Rp1,08 triliun, naik 44,57% dari sebelumnya Rp747,46 miliar. Direktur Utama Tower Bersama Infrastructure Hardi Wijaya Liong mengatakan, perseroan berupaya melakukan pertumbuhan organik karena operator telekomunikasi memperkuat jaringan mereka di seluruh negeri.

Baca Juga: Suku Bunga 2,8%, Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Surat Utang USD400 Juta

“Pada kuartal ketiga tahun ini, kami menambahkan 801 penyewaan kotor organik yang terdiri dari 347 sites telekomunikasi dan 454 kolokasi,” ujarnya, Kamis (9/12/2021).

Sebagai informasi, emiten menara itu memiliki 37.983 penyewaan dan 20.049 site pada kuartal III/2021. Site telekomunikasi milik perseroan terdiri dari 19.938 menara telekomunikasi dan 111 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 37.872, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) perseroan menjadi 1,90.

Baca Juga: Pemegang Saham Restui TBIG Terbitkan Surat Utang USD900 Juta

Selain itu, saldo kas perseroan telah mencapai Rp842 miliar, maka total pinjaman bersih menjadi Rp26,3 triliun dan total pinjaman senior bersih menjadi Rp10,57 triliun. Adapun rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 1,9 kali dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 4,7 kali.

Direktur Keuangan Tower Bersama Infrastructure, Helmy Yusman Santoso menambahkan, bila perseroan masih memiliki struktur utang yang sangat kuat. Begitu juga sumber pendanaan yang terlindung nilai sepenuhnya, sumber pendanaan yang terdiversifikasi, dan komitmen atas ketersediaan dari pinjaman yang belum ditarik.

“Pada akhir Oktober, kami menetapkan penawaran surat utang dengan jumlah keseluruhan sebesar USD400 juta dengan tingkat suku bunga 2,80% surat utang tanpa jaminan yang didahulukan, yang merupakan spread paling minimal dari obligasi korporasi non-BUMN Indonesia,” katanya.

TBIG, lanjutnya, juga terus secara reguler mengakses pasar obligasi rupiah melalui program obligasi rupiah berkelanjutan V dengan jumlah total hingga Rp15 triliun, yang berlaku sampai Agustus 2023. Disebutkan, surat utang yang jatuh tempo 20217 tersebut telah mendapatkan peringkat BBB- oleh Fitch Ratings Ltd. Nantinya, Surat Utang 2027 akan terdaftar di the Singapore Exchange Securites Trading Limited (SGX) dan pada prinsipnya seluruh persetujuan listing dan quotation untuk Surat Utang 2027 dari Official List SGX telah diperoleh.

Perseroan mengungkapkan, penerimaan pendaftaran Surat Utang 2027 di Official List SGX tidak untuk dijadikan sebagai indikasi bahwa SGX telah mengevaluasi Surat Utang 2027, emiten ataupun TBIG.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini