Investor Milenial Makin Banyak, Penghimpunan Dana di Pasar Modal Rp335,8 Triliun

Antara, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 278 2514474 investor-milenial-makin-banyak-penghimpunan-dana-di-pasar-modal-rp335-8-triliun-F81hJm9e3d.jpeg Jumlah investor pasar modal meningkat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Investor ritel milenial mengalami pertumbuhan signifikan. Hal ini membuat penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp335,8 triliun dari 180 penawaran umum sejak Januari hingga 7 Desember 2021.

"Capaian ini jauh lebih besar dibandingkan capaian yang diperoleh pada tahun 2020 yang hanya Rp118,7 triliun," ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Baca Juga: Yuk Ikuti Kelas Edukasi Teori dan Praktik "Stock Monitoring" MNC Sekuritas, Daftar di Sini!

Dia menjelaskan masih terdapat lagi 11 penawaran umum sebesar Rp13,99 triliun yang akan segera diproses sampai dengan akhir tahun ini.

Tingginya penghimpunan dana di pasar modal tersebut, lanjut dia, didukung adanya lonjakan pertumbuhan investor ritel millenial, yang cenderung mempunyai pendapatan bersih yang tinggi karena tidak bisa berbelanja pada masa Covid-19.

Baca Juga: Peluang Hujan Cuan di Akhir 2021, Intip IG Live MNC Sekuritas Malam Ini Pukul 19.00!

"Ini juga didukung dengan adanya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang cukup tinggi, di atas 10% selama dua tahun ini," kata Wimboh.

Secara keseluruhan Wimboh menyebutkan investor pasar modal tercatat terus meningkat signifikan di tengah pandemi menjadi 7,2 juta pada bulan November 2021 atau tumbuh 101,72% jika dibandingkan November 2020, di mana mayoritas yakni 99% merupakan investor ritel.

Dengan demikian antusiasme dan optimisme penghimpunan dana di pasar modal tersebut menunjukkan tanda-tanda pemulihan Indonesia didukung dengan fundamental yang bagus.

Maka dari itu, kata dia, OJK terus berupaya untuk meningkatkan basis suplai, antara lain mengakomodasi calon emiten dari berbagai perusahaan startup anak muda untuk melantai di bursa melalui Initial Public Offering (IPO) dan meramaikan perdagangan saham di pasar modal Indonesia.

Di sisi lain ia menuturkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat menguat ke level 6.602,57 atau tumbuh 10,45% sejak Januari sampai 8 Desember 2021.

"Kinerja ini jauh lebih baik dibandingkan saat titik terendah pada 24 Maret 2020 yang levelnya adalah 3937,63 dan ini menunjukkan bahwa investor sudah mulai percaya kepada perekonomian Indonesia yang diyakini kita mempunyai fundamental yang kuat," ujar Wimboh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini