Harga Emas Berjangka Naik Tipis di Tengah Pelemahan Dolar

Antara, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 320 2514186 harga-emas-berjangka-naik-tipis-di-tengah-pelemahan-dolar-apYPECJWuf.jpg Harga emas berjangka naik (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga emas berjangka hari ini naik tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga emas hari ini naik karena pelemahan dolar mengimbangi imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih kua.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak USD0,8 atau 0,04%, menjadi ditutup pada USD1,785,50 per ounce.

Baca Juga: Harga Emas Antam Tetap Banderol Rp933.000/Gram

"Satu-satunya tekanan yang diperoleh emas adalah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, tetapi kenaikan imbal hasil cukup terbatas," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan menguat, meredupkan daya tarik emas. Di sisi lain, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Baca Juga: Harga Emas Berjangka Naik, Investor Pantau Data Inflasi

Kenaikan emas dibatasi karena Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pengusaha AS mencatat 11 juta pekerjaan terbuka pada Oktober, hampir menyamai rekor tertinggi yang dicapai pada Juli dan tanda bahwa perusahaan-perusahaan cukup percaya perekonomian akan berkembang.

Emas berlabuh di kisaran 1.780-1.800 dolar AS per ounce, menunggu isyarat dari Federal Reserve AS dan data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS, Streible menambahkan.

Laporan IHK yang akan dirilis pada Jumat (10/12/2021) dapat mempengaruhi garis waktu Fed mengurangi dukungan ekonominya sebelum pertemuan kebijakan berikutnya pada 14-15 Desember.

Dengan narasi bergeser kembali ke kebijakan pengetatan bank sentral, yang kemungkinan akan mendorong dolar AS, setiap kenaikan emas kemungkinan akan terbatas, Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades, mengatakan.

Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak dikenakan bunga.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 9,1 sen atau 0,4%, menjadi ditutup pada USD22,432 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD5,9 atau 0,62%, menjadi ditutup pada USD955,9 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini