Erick Thohir Tunjuk Sigit Muhartono Jadi Dirut Perikanan Indonesia

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 320 2514300 erick-thohir-tunjuk-sigit-muhartono-jadi-dirut-perikanan-indonesia-lWyoBv6leN.jpg Erick Thohir (Foto: Dok BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Sigit Muhartono menjadi Direktur Utama PT Perikanan Indonesia (Persero). Perikanan Indonesia merupakan BUMN Perikanan hasil merger.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Surat Keputusan (SK) Menteri Nomor SK-379/MBU/12/2021.

Pemegang saham juga menetapkan Manahan Hutapea sebagai Direktur Keuangan dan Dukungan Kerja, sementara Sugi Purnoto selaku Direktur Operasional.

Baca Juga: Penjelasan Perikanan Indonesia soal Dugaan Korupsi

Untuk Dewan Komisaris, Erick Thohir mengangkat Muhammad Yusuf sebagai Komisaris Utama, Muhammad Riza Adha Damanik selaku Komisaris, Cecep Setiawan sebagai komisaris, Johnson Sihombing Komisaris Independen dan Andre JO Sumual Komisaris Independen. Hal itu dituangkan dalam SK Menteri Nomor SK-384/MBU/12/2021.

Sigit Muhartono memiliki pengalaman sebagai CEO di beberapa perusahaan pelat merah. Dia juga berkompeten di sektor perikanan sehingga diharapkan mampu mengangkat sektor perikanan Indonesia.

Untuk diketahui, PT Perikanan Indonesia (Persero) dan PT Perikanan Nusantara (Persero) resmi bergabung usai ditandatanganinya akta penggabungan PT Perikanan Nusantara ke dalam PT Perikanan Indonesia pada 2 Desember 2021.

Penggabungan pun sah secara hukum dan terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Prosesi penandatanganan Akta Penggabungan ini merupakan bentuk tindak lanjut atas terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 99 tahun 2021 tentang Penggabungan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perikanan Nusantara ke dalam perusahaan perseroan (Persero) PT Perikanan Indonesia yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 September 2021.

Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan merger BUMN adalah salah satu proses menuju ketahanan Pangan. Hal ini dilakukan melalui revitalisasi dan peningkatan kinerja BUMN Klaster Pangan.

Total ada 6 BUMN Pangan yang dimerger menjadi 3 BUMN. Salah satunya adalah BUMN Perikanan PT Perikanan Nusantara (Persero) ke dalam PT Perikanan Indonesia (Persero).

Merger ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan dan meningkatkan produk pangan di Indonesia. “Proses penggabungan BUMN ini merupakan momentum untuk menuju holding pangan” uhar Pahala, Kamis (9/12/2021).

Senada, Sigit Muhartono mengatakan penggabungan dua BUMN Perikanan ini akan menciptakan semangat baru New Perikanan Indonesia atau New Perindo.

Menurutnya, tahapan merger ini adalah tahapan kedua menuju holding pangan. Adapun tahap pertama yakni pemerseroan Perum Perindo menjadi perusahaan persero.

Ke depan, New Perikanan Indonesia ini akan memaksimalkan potensi yang ada. Pasalnya, potensi bisnis perikanan sangat besar dari sisi kepelabuhan perikanan, penangkapan ikan, perdagangan ikan, bahan baku, pakan ikan hingga budidaya ikan.

Sigit juga berharap New Perikanan Indonesia atau New Perindo dapat menjadi BUMN yang mampu membawa industri perikanan berjaya demi mewujudkan ketahanan pangan nasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini