Daftar 10 Bandara yang Bikin AP I Terlilit Utang Rp28 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 320 2514309 daftar-10-bandara-yang-bikin-ap-i-terlilit-utang-rp28-triliun-zpohAxNiQz.jpg Bandara (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I buka-bukaan soal utang perusahaan. Besaran utang dari pembangunan 10 bandara mencapai Rp28 triliun dan sekaligus mengklarifikasi utang yang beredar sebelumnya mencapai Rp35 triliun.

Utang AP I mencapai Rp28 triliun berasal dari kredit sindikasi perbankan dan obligasi. Sementara, total utang AP I hingga November 2021 mencapai Rp32,7 triliun.

Jumlah itu terdiri dari sindikasi perbankan dan obligasi sebesar Rp28 triliun dan kewajiban yang harus dibayarkan kepada karyawan dan supplier senilai Rp4,7 triliun.

Baca Juga: Dirut AP I Keluhkan Bunga Utang Rp1,5 Triliun

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, revitalisasi 10 bandara dari total 15 bandara di bawah pengelolaanya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dalam skema Penyertaan Modal Negara (PMN). Namun, bersumber dari dana internal perusahaan dan eksternal.

"Jadi, pengembangan kita sama sekali tidak melalui bantuan pemerintah, tapi benar-benar melalui internal dan eksternal melalui sindikasi perbankan dan obligasi," ujar Faik dalam konferensi pers, dikutip Kamis (9/12/2021).

Lantas revitalisasi bandara mana saja yang membuat Angkasa Pura I mencatatkan utang dengan nilai zumbo?

Berdasarkan catatan Faik Fahmi, pada saat Covid-19 melanda Indonesia, pihaknya tengah dan telah melakukan pengembangan sejumlah bandara yang mengalmi lack of capacity. Salah satunya adalah Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo yang menghabiskan biaya pembangunan senilai Rp12 triliun

Lalu, pembangunan terminal baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang menghabiskan biaya sebesar Rp2,3 triliun. Terminal baru Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebesar Rp2,03 triliun, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebesar Rp2,6 triliun.

Beberapa pengembangan bandara lainnya seperti Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Lombok Praya, Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya, Bandara Pattimura Ambon, hingga Bandara El Tari Kupang pun menghabiskan anggaran yang bernilai bombastis.

Di lain sisi, sepanjang pandemi trafik penumpang di 15 bandara mengalami penurunan signifikan. Pada 2021 ini hanya mencapai 32,7 juta penumpang dan diprediksi hanya mencapai 25 juta penumpang saja hingga akhir tahun ini.

Situasi trafik penumpang menurun drastis membuat perusahaan mengalami tekanan keuangan. Bahkan, perseroan dihadapkan dengan kewajiban membayar pinjaman sebelumnya yang digunakan untuk investasi pengembangan bandara. Di mana, total bunga pinjaman dari sindikasi dan obligasi mencapai Rp1,54 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini