RI Targetkan Bangun 11 Juta Rumah Layak Huni di 2022

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Kamis 16 Desember 2021 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 16 470 2517892 ri-targetkan-bangun-11-juta-rumah-layak-huni-di-2022-oXu0RLoSde.jpg Rumah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah menargetkan 11 juta rumah layak huni dibangun pada 2022. Hal ini sebagai bentuk perwujudan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Dalam RPJMN, kita harus meningkatkan rumah layak huni dari 56,75% menjadi 70%. Ini kurang lebih membutuhkan 11 juta rumah tangga yang harus diperbaiki termasuk 3,2 juta rumah tangga baru," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna dalam diskusi Economic Outlook di IDX Channel, Kamis (16/12/2021).

Baca Juga: Masyarakat Dapat Bantuan Rp20 Juta Bangun Rumah Layak Huni

 

Herry menjelaskan, mengingat pada 2022 permintaan rumah layak huni semakin meningkat, Kementerian PUPR mengalokasikan program bantuan pembiayaan perumahan direncanakan sebesar Rp28 triliun yang akan disalurkan melalui berbagai program subsidi seperti di antaranya, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 200.000 unit.

"Dari sisi demand, pada 2022, pemerintah menyediakan 200.000 unit yang akan disalurkan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera)," terang Herry.

"Kemudian Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) 24.426 unit, Subsidi Selisih Bunga (SSB) 769.903 unit, dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) 200.000 unit," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengingatkan kepada Kementerian PUPR agar ke depan dapat membangun lebih banyak membangun infrastruktur berkualitas yang ramah lingkungan, khususnya bidang perumahan guna meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian yang layak.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan perubahan yang berkualitas, Herry bilang, perlu dilakukan oleh seluruh pihak baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, perbankan, pengembang, dan masyarakat.

"Sehingga kemudahan akses perumahan juga diikuti dengan peningkatan kualitas bangunan rumah yang layak huni," katanya.

Herry mengatakan, rumah yang layak merupakan hak warga negara yang telah diamanatkan dalam undang-undang Dasar 1945 bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Namun, penyediaan perumahan di Indonesia saat ini masih menjadi salah satu permasalahan yang belum sepenuhnya terselesaikan dan masih menjadi tantangan bersama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini