Kisah Lim Hariyanto, Berawal dari Toko Sembako Kini Jadi 'Raja' Sawit Berharta Rp14 Triliun

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Selasa 21 Desember 2021 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 21 455 2520438 kisah-lim-hariyanto-berawal-dari-toko-sembako-kini-jadi-raja-sawit-berharta-rp14-triliun-bbSN23cKcc.jpg Orang Kaya Tertua di Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Orang kaya tertua di Indonesia dipegang oleh Lim Hariyanto Wijaya Sarwono. Kakek berusia 93 tahun ini tercatat memiliki harta sebesar USD1 miliar atau setara dengan Rp14,38 triliun (kurs Rp14.380 per USD).

Mengutip dari Forbes, Selasa (21/12/2021), Lim Hariyanto menempati posisi 41 orang terkaya Indonesia. Kekayaan itu dia dapatkan dari Harita Group, perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, seperti pertambangan nikel dan bauksit, smelter ferronikel, kilang penyulingan alumina, perkebunan kelapa sawit, ekspedisi, kayu, batu bara, hingga properti.

Baca Juga: Daftar 10 Miliarder Semakin Kaya Raya di 2021, Harta Elon Musk Capai Rp3.803 Triliun

Harita Group sendiri didirikan pada 1915 oleh Lim Tju King, ayah dari Lim Hariyanto. Saat itu, sang ayah adalah imigran dari Tiongkok. Harita pun dimulai dari toko sembako kecil-kecilan di pesisir Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Lim Hariyanto kemudian mengambil alih usaha ayahnya dan beralih ke bisnis kayu. Bisnis tersebut kemudian menjadi bisnis kayu gelondongan pertama yang mendapatkan perizinan dan pemanufakturan kayu tripleks pada 1983.

Baca Juga: Biodata dan Kekayaan Sihar Sitorus, Tajir dari Warisan

Pada 1988, Harita melakukan joint ventura untuk pertambangan emas dengan Kelian Equatorial Mining (KEM) milik Rio Tinto Group. Dari sinilah Harita akhirnya mengepakkan sayap bisnisnya ke pertambangan hasil bumi lainnya dan berkembang sebesar saat ini.

Saat ini, Harita Group dipimpin oleh putra Lim Hariyanto, Lim Gunawan Hariyanto. Juni 2021 kemarin, Harita dilaporkan membuat fasilitas pembangkit HPAL pertama yang nantinya akan memproduksi bahan mentah untuk baterai kendaraan listrik. Diperkirakan proyek ini bernilai USD1 miliar.

Selain dari grupnya sendiri, Lim dan keluarganya juga memiliki saham mayoritas di Bumitama Agri yang sahamnya terdaftar di Singapura dan perusahaan pertambangan bauksit Cita Mineral Investindo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini