Share

4 Fakta Saham Garuda Indonesia Terancam Delisting

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Sabtu 25 Desember 2021 04:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 24 278 2522095 4-fakta-saham-garuda-indonesia-terancam-delisting-pjlyVoeDqK.jpg Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA – Saham Garuda Indonesia (GIAA) terancam delisting atau dihapus dari pasar modal. Hal tersebut karena terganggu akibat utang yang tinggi.

Dengan ancaman delisting maskapai penerbangan Indonesia tersebut juga akan menambah potensi kebangkrutan.

Berikut fakta saham Garuda Indonesia terancam delisting yang dirangkum Okezone, Sabtu (25/12/2021).

1. Saham Garuda Di Suspend

Saham GIAA telah disuspensi selama enam bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 18 Juni 2023.

Baca Juga: Kabar Pertamina Stop Avtur Garuda, Dirut: Kayaknya Ada yang Bohongin Dahlan Iskan

2. Masih Terus Dipantau Investor

Menurut Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, pelaku pasar saat ini masih terus memantau kondisi PT Garuda Indonesia (Persero) seiring dengan potensi penghapusan pencatatan atau delisting saham yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan lalu.

”Para pelaku pasar terus mengamati perkembangan renegosiasi utang GIAA, serta kinerja fundamental emiten," ujar Nafan, dikutip dari Harian Neraca, Kamis (23/12/2021).

3. Dibarengi Efektivitas dan Efisiensi Pengelolaan

Disampaikannya, renegosiasi utang maskapai plat merah tersebut diharapkan dapat mengurangi beban keuangan perseroan. Kendati demikian, lanjut Nafan, langkah tersebut seyogyanya diikuti dengan efisiensi dan efektivitas dalam menjalankan bisnis aviasi.

Baca Juga: Saham GIAA Akan Dihapus, Dirut Garuda Indonesia: Nanti Kita Jelaskan

”Selama tidak ada restriksi maka mobilitas masih berjalan. Manfaatkan potensi tingkat okupansi yang tinggi untuk perjalanan aviasi. Tahun depan Kepemimpinan RI dalam G20. Semestinya mendorong investasi dan kepariwisataan," ujar Nafan.

4. Sikap Dirut Garuda Indonesia

Menyikapi informasi tentang potensi delisting saham, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan bahwa perseroan terus memberikan perhatian penuh terhadap hal tersebut.

Untuk itu, Garuda tengah fokus melakukan upaya terbaik dalam percepatan pemulihan kinerja melalui proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) guna menghasilkan kesepakatan terbaik dalam penyelesaian kewajiban usaha, sehingga nantinya saham Garuda dapat kembali diperdagangkan seperti sedia kala.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini