Tagihan Pajak Elon Musk Rp157,3 Triliun, Jangan Lupa Bayar Ya!

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Kamis 30 Desember 2021 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 455 2524882 tagihan-pajak-elon-musk-rp157-3-triliun-jangan-lupa-bayar-ya-eEOE9jLjSU.jpg Elon Musk dapat tagihan pajak terbesar (Foto: The Independent)

JAKARTA – CEO Tesla Elon Musk memecah rekor tagihan pajak terbesar. Dalam setahun ini, Musk mengatakan diserangkaian tweet-nya harus membayar pajak sebesar USD11 miliar atau setara Rp157,3 triliun (kurs Rp14.300 per USD).

Dilansir dari CNN, Kamis (30/12/2021), Elon Musk menggunakan opsi untuk membeli 1,6 juta saham lagi, dan menjual 934.090 saham itu seharga USD1 miliar untuk menutupi pajak usai pembelian.

Baca Juga: Tepati Janji, Elon Musk Kembali Jual Saham Tesla Rp14,5 Triliun

Pelaksanaan 22,9 juta opsi berakhir pada bulan Agustus. Musk menjual 10,3 juta saham yang diperoleh selama proses untuk menutupi persyaratan pemotongan pajak. Ia juga menggunakan rencana yang memungkinkan orang dalam perusahaan menjual saham sedemikian rupa sehingga tidak dapat dituduh memperdagangkan informasi orang dalam.

Pada tahun 2012 Musk diberikan opsi Tesla (TSLA) mencapai berbagai target keuangan dan operasional di tahun-tahun berikutnya. Tetapi, Musk tidak harus membayar pajak atas opsi tersebut sampai menjalankannya, yang mulai dilakukan pada bulan November.

Baca Juga: Elon Musk Diserang Kritik karena Starlink Nyaris Tabrak Stasiun Luar Angkasa China

Nilai saham yang diperolehnya dengan memakai opsi, dikurangi harga pembelian nominal USD6,24 per saham, senilai USD23,5 miliar pendapatan reguler, jumlah yang substansial, tetapi masih cukup terjangkau untuk orang terkaya di dunia.

Kekayaan bersih Elon Musk diperkirakan mencapai USD280 miliar (Rp4.004 triliun). Dengan tarif pajak tertinggi 40,8%, ia menghadapi tagihan pajak federal 2021 sekitar USD10,7 miliar dari saham ini.

Meskipun Musk bisa menunggu hingga tahun 2022, ada risiko signifikan tagihan pajak 8 poin persentase lebih tinggi jika Demokrat Kongres dan pemerintahan Biden meloloskan undang-undang Build Back Better.

Awal November, Musk juga menjual 5,4 juta saham tambahan. Total 15,7 juta saham yang telah dijual tahun ini memberi tekanan pada harga saham Tesla. Harga jual rata-rata sebesar USD1.091,73 turun 11% dari rekor penutupan tertinggi sebelum memulai perdagangan. Tetapi, saham Tesla (TSLA) telah reli pada minggu lalu dan naik 54% sepanjang tahun ini hingga penutupan Selasa.

Investigasi oleh ProPublica mengemukakan bahwa Musk dan beberapa miliarder, termasuk pendiri Amazon (AMZN) Jeff Bezos dan mantan walikota New York City Michael Bloomberg, tidak membayar pajak penghasilan pada 2018. Pengungkapan itu mendorong untuk menyerukan pajak kekayaan pada kepemilikan orang terkaya, bukan hanya pendapatan mereka.

Terlepas dari semua penjualan tahun 2021, Musk saat ini memiliki lebih banyak saham secara langsung daripada yang dia lakukan pada awal perdagangannya, dengan 177,7 juta saham dipegang, naik 4% dari 170,5 juta.

Dan meskipun jumlah opsi telah menurun sebesar 22,9 juta, Musk masih memiliki 59 juta opsi yang dapat dijalankan sebagai bagian dari paket pembayaran 2018-nya. Dimana memiliki harga pelaksanaan yang lebih tinggi, namun masih sederhana masing-masing USD70,01.

Opsi tersebut tidak akan kadaluarsa hingga tahun 2028. Dengan demikian, kemungkinan tidak akan digunakan atau dikenakan pajak untuk tahun-tahun mendatang. Perkiraan untuk penjualan dan keuntungan Tesla antara 25,3 juta dan 33,8 juta opsi dari paket 2018, lebih banyak daripada mengganti opsi pada tahun ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini